Tata Bahasa Jepang
Jelajahi 112 konsep tata bahasa — dari pemula hingga mahir.
Ini adalah pohon tata bahasa yang menggerakkan Settemila Lingue — setiap konsep menjadi dek latihan fokus dengan kartu flash buatan AI.
Tidak ada hasil
A1 (37)
ひらがな (Hiragana) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A1. Hiragana terdiri dari 46 karakter dasar yang digunakan untuk kata asli Jepang, unsur tata bahasa, dan kata-kata yang tidak ditulis dengan kanji. Sistem ini juga mencakup bunyi bersuara (dakuten) dan bunyi gabungan (yōon).
カタカナ adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A1. Katakana terdiri dari 46 karakter yang terutama digunakan untuk kata serapan asing, onomatope, penekanan, dan istilah ilmiah. Bunyinya sama dengan hiragana, tetapi bentuknya berbeda.
です・だ (Copula です/だ) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A1. Kopula です (sopan) dan だ (biasa) berarti "menjadi/adalah". Digunakan untuk menghubungkan kata benda dan kata sifat-na dengan subjek. Penting untuk pembentukan kalimat dasar.
基本助詞(は・が・を・に) (Partikel Dasar は/が/を/に) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A1. Partikel tata bahasa inti: は (penanda topik), が (penanda subjek), を (objek langsung), に (objek tidak langsung, lokasi, waktu). Fondasi struktur kalimat Bahasa Jepang.
場所の助詞(で・に・へ) adalah konsep tata bahasa Jepang tingkat CEFR A1 tentang partikel tempat dan arah. Partikel で dipakai untuk lokasi terjadinya tindakan, に untuk lokasi keberadaan atau tujuan, dan へ untuk arah pergerakan. Ketiganya penting untuk menjelaskan di mana sesuatu terjadi atau ke mana seseorang pergi.
Partikel と, や, dan か dipakai untuk menghubungkan nomina dalam kalimat bahasa Jepang tingkat A1.
所有の助詞(の), atau partikel の untuk kepemilikan, adalah konsep tata bahasa Jepang tingkat A1 yang sangat sering muncul sejak tahap awal belajar. Partikel ini dipakai untuk menghubungkan dua nomina dan dapat menunjukkan kepemilikan, asal, jenis, atau hubungan penjelas antar kata benda.
人称代名詞 (kata ganti orang) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A1. Kata ganti orang dasar meliputi 私 (watashi - saya), あなた (anata - kamu/Anda), 彼/彼女 (kare/kanojo - dia laki-laki/dia perempuan), 私たち (watashitachi - kami/kita), dan 彼ら (karera - mereka). Kata ganti ini sering dihilangkan jika konteksnya sudah jelas.
指示詞(こそあど), atau sistem kata tunjuk こそあど, adalah konsep tata bahasa Jepang tingkat A1 yang digunakan untuk menunjuk benda, tempat, arah, dan kadang orang, berdasarkan jaraknya terhadap penutur dan lawan bicara. Ini adalah salah satu sistem dasar yang sangat penting dalam percakapan sehari-hari.
数字と数え方 (Angka dan Cara Menghitung) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A1. Bahasa Jepang memakai sistem angka Jepang asli dan Sino-Jepang untuk 1 sampai 100 ke atas. Bentuk Jepang asli seperti ひとつ dan ふたつ digunakan untuk menghitung benda 1-10, sedangkan bentuk Sino-Jepang seperti いち, に, dan さん digunakan untuk angka yang lebih besar dan tanggal.
基本的な助数詞 adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A1. Kata penggolong utama: 人 (にん - orang), 個 (こ - benda kecil), 枚 (まい - benda pipih), 本 (ほん - benda panjang), 匹 (ひき - binatang kecil), 冊 (さつ - buku).
時間の表現 (Ekspresi Waktu) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A1. Konsep ini mencakup cara menyebutkan jam dengan 時 (じ), menit dengan 分 (ふん/ぷん), setengah jam dengan 半 (はん), serta hari dalam seminggu, bulan, dan kata waktu dasar seperti 今日, 明日, dan 昨日.
五段動詞 (godan dōshi) adalah kelompok kata kerja dasar dalam bahasa Jepang tingkat A1. Disebut “godan” karena bunyi akhir kata kerjanya berubah mengikuti lima baris kana saat dikonjugasikan.
一段動詞 (Verba Ichidan / verba -ru) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A1. Ini adalah kelompok verba berakhiran -iru atau -eru. Konjugasinya dilakukan dengan menghapus -ru lalu menambahkan akhiran yang sesuai. Contohnya: 食べる (makan), 見る (melihat), 起きる (bangun). Polanya lebih sederhana daripada verba godan.
不規則動詞(する・来る) (Kata Kerja Tidak Beraturan する/来る) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A1. Dua kata kerja tidak beraturan: する (melakukan) dan 来る (くる - datang). する digabungkan dengan kata benda untuk membentuk kata kerja majemuk (勉強する - belajar). Kata kerja berfrekensi tinggi yang sangat penting.
丁寧形(ます形) (Bentuk Sopan ます) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A1. Akhiran kata kerja sopan ます untuk afirmatif kini/mendatang, ません untuk negatif, ました untuk lampau, ませんでした untuk lampau negatif. Standar dalam sebagian besar percakapan.
存在動詞(いる・ある) (Existence Verbs いる/ある) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A1. Kata kerja eksistensi: いる untuk makhluk hidup (orang, hewan), ある untuk benda mati. Digunakan dengan に untuk lokasi. Juga menyatakan kepemilikan.
い形容詞 (Kata Sifat-i) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A1. Kata sifat berakhiran い yang dikonjugasikan langsung: 大きい (besar), 小さい (kecil), 高い (tinggi/mahal), 新しい (baru). Hilangkan い dan tambahkan くない untuk negatif, かった untuk lampau.
な形容詞 (kata sifat な) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A1. Kelompok kata sifat ini memerlukan partikel な ketika diletakkan di depan nomina, misalnya 静か (tenang), きれい (cantik/indah), 有名 (terkenal), dan 元気 (sehat/bersemangat). Untuk bentuk negatif biasanya digunakan じゃない, sedangkan bentuk lampau sopan memakai でした bersama です.
形容詞の副詞化 (Adjectives as Adverbs) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A1. Mengubah kata sifat menjadi kata keterangan: kata sifat い menghilangkan い dan menambahkan く (速い→速く), kata sifat な menambahkan に (静か→静かに). Digunakan untuk memodifikasi kata kerja.
疑問詞 (Kata Tanya) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A1. Kata tanya dasar: 何 (nani - apa), 誰 (dare - siapa), どこ (doko - di mana), いつ (itsu - kapan), なぜ/どうして (mengapa), どう (bagaimana), いくら (berapa harganya).
基本的な否定 (negasi dasar) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A1. Untuk membentuk kalimat negatif, kata kerja memakai ません/ない, kata sifat い memakai くない, kata sifat な memakai じゃない, dan kata benda memakai じゃありません/ではない.
依頼表現(ください) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A1. Gunakan ください untuk permintaan sopan seperti “tolong beri”, dan bentuk て + ください untuk “tolong lakukan”. Ini adalah bentuk perintah sopan dasar untuk situasi sehari-hari.
願望表現(たい) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A1. Pola ini menyatakan keinginan melakukan sesuatu: akar verba + たい berarti “ingin melakukan”. Bentuk たい dikonjugasikan seperti adjektiva い, dan objeknya dapat memakai が atau を.
好き嫌いの表現 adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A1. Pola ini menyatakan preferensi dengan 好き (suka) dan 嫌い (tidak suka) sebagai adjektiva な. Objek yang disukai memakai partikel が. Tingkatannya dapat diperkuat dengan 大好き (sangat suka) dan 大嫌い (sangat tidak suka).
程度の副詞 (adverbia derajat) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A1. Adverbia ini menunjukkan tingkat atau intensitas, misalnya とても (sangat), 少し (sedikit), あまり (tidak terlalu, dengan bentuk negatif), 全然 (sama sekali tidak, dengan bentuk negatif), dan ちょっと (agak/sedikit).
頻度の副詞 adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A1. Adverbia ini menunjukkan frekuensi: いつも (selalu), よく (sering), 時々 (kadang-kadang), たまに (sesekali), あまり (jarang, dengan negatif), dan 全然 (sama sekali tidak, dengan negatif).
比較(より) (perbandingan dasar dengan より) adalah konsep tata bahasa Jepang tingkat CEFR A1. Pola dasarnya untuk membandingkan adalah A は B より + kata sifat (A lebih ... daripada B). Untuk pertanyaan perbandingan dua hal, gunakan どちら (yang mana dari dua), dan gunakan ほうが untuk menandai pilihan yang “lebih ...”.
基本的な接続詞 (konjungsi dasar) adalah konsep tata bahasa Jepang tingkat CEFR A1. Konsep ini menghubungkan gagasan, misalnya そして (lalu/dan kemudian), でも (tetapi), だから (jadi/oleh karena itu), それから (setelah itu), dan または (atau). Bentuk-bentuk ini dipakai di antara kalimat.
終助詞 (Partikel Akhir Kalimat) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A1. Partikel di akhir kalimat yang menyampaikan nuansa: ね (mencari persetujuan), よ (memberi informasi), か (pertanyaan), の (penjelasan/pertanyaan, santai). Memperlunak atau menegaskan pernyataan.
挨拶と定型表現, atau salam dan ungkapan tetap, adalah konsep tata bahasa Jepang tingkat A1 yang mencakup sapaan dasar dan ekspresi rutin yang dipakai dalam kehidupan sehari-hari. Ini termasuk ucapan seperti おはようございます, こんにちは, すみません, ありがとうございます, dan いただきます.
家族の呼び方 adalah konsep dasar bahasa Jepang tingkat A1 tentang cara menyebut anggota keluarga. Bahasa Jepang membedakan bentuk untuk keluargamu sendiri yang cenderung lebih merendah dan bentuk yang lebih sopan atau honorifik untuk keluarga orang lain, misalnya 母/お母さん, 父/お父さん, dan 兄/お兄さん.
助詞「も」 adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A1. Partikel inklusif も berarti “juga”. Partikel ini dapat menggantikan は, が, atau を. Dalam kalimat negatif, も membentuk makna seperti “tidak ada apa-apa” atau “tidak seorang pun” (何も, 誰も).
から・まで adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A1. Partikel から menandai titik awal atau asal dengan arti seperti "dari" atau "sejak", sedangkan まで menandai batas akhir dengan arti seperti "sampai". Keduanya dipakai untuk waktu, tempat, dan berbagai jenis rentang, serta sangat sering muncul bersama.
時間の「に」 (Penanda Waktu に) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A1. Partikel に dipakai untuk menandai waktu yang spesifik (jam, hari, bulan, tahun). Bentuk ini tidak dipakai untuk waktu relatif (hari ini, besok) atau kata frekuensi (setiap hari).
カジュアルな引用(って) (Kutipan Santai って) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A1. Partikel santai って untuk mengutip atau menjelaskan makna. Bentuk singkat dari と言う. Digunakan dalam percakapan sehari-hari untuk menyampaikan informasi atau bertanya tentang arti.
限定表現(だけ・しか) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A1. Pola ini menyatakan “hanya”: だけ bersifat netral, sedangkan しか harus diikuti verba negatif dan menekankan keterbatasan. Keduanya berbeda dalam nuansa dan syarat tata bahasa.
A2 (22)
て形 (bentuk て) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A2. Pembentukan bentuk て: kata kerja godan mengalami perubahan bunyi (書く→書いて, 読む→読んで), kata kerja ichidan menghilangkan akhiran -ru dan menambahkan -te. Ini adalah fondasi bagi banyak struktur tata bahasa.
ている形 (Bentuk Progresif/Keadaan ている) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A2. Pola て-form + いる menyatakan tindakan yang sedang berlangsung (食べている - sedang makan) atau keadaan hasil (結婚している - sudah menikah). Konteks menentukan makna yang tepat.
て形での文の接続 (Menghubungkan Tindakan dengan て) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A2. Menggunakan て-form untuk menghubungkan tindakan berurutan atau menggabungkan kalimat. Kata kerja terakhir membawa kala. Juga digunakan untuk cara (笑って答える - menjawab sambil tertawa).
ても (meskipun/walaupun) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A2. Bentuk て + も menyatakan “meskipun” atau “walaupun” dan membentuk klausa konsesif. Untuk adjektiva: 高くても (adjektiva-i), 静かでも (adjektiva-na), dan nomina + でも.
普通形(辞書形) (Bentuk Biasa/Kamus) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A2. Akhiran kata kerja santai yang digunakan dalam tuturan informal, sebelum tata bahasa tertentu, dan dalam klausa relatif. Bentuk afirmatif kini adalah bentuk kamus. Negatif adalah bentuk ない.
ない形 (bentuk ない atau negatif biasa) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A2. Untuk bentuk negatif biasa, verba godan mengubah akhiran -u menjadi -a lalu menambahkan ない (書く→書かない), sedangkan verba ichidan mengganti -ru dengan -ない. する→しない dan 来る→来ない adalah bentuk tidak beraturan.
た形 (bentuk た atau bentuk lampau biasa) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A2. Bentuk ini mengikuti perubahan bunyi yang sama seperti bentuk て, tetapi berakhiran た/だ (書いた, 読んだ). Digunakan dalam percakapan santai, klausa relatif, dan pola tata bahasa tertentu.
関係節 (klausa relatif) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A2. Klausa verba/adjektiva ditempatkan sebelum nomina untuk menerangkan nomina tersebut (tanpa kata ganti relatif). Bentuk yang digunakan adalah bentuk biasa. Contoh: 昨日買った本 = "buku yang saya beli kemarin".
引用の「と」 (Partikel Kutipan と) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A2. Partikel と untuk mengutip ucapan atau pikiran dengan kata kerja seperti 言う (berkata), 思う (berpikir), 聞く (mendengar/bertanya). Pola kutipan langsung dan tidak langsung.
経験(ことがある) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A2. Bentuk lampau biasa + ことがある menyatakan pengalaman yang pernah dilakukan. Bentuk ini dipakai untuk membicarakan hal yang sudah pernah terjadi; bentuk negatifnya adalah ことがない, yang berarti belum pernah.
可能表現(ことができる) (ungkapan kemampuan ことができる) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A2. Bentuk kamus + ことができる menyatakan kemampuan “bisa melakukan sesuatu”. Bentuk ini lebih formal daripada bentuk potensial. Untuk keterampilan, nomina juga dapat diikuti ができる, seperti 日本語ができる.
とき adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A2. Pola bentuk biasa + とき bermakna "ketika" atau "pada saat". Kala pada klausa とき menentukan urutan waktunya terhadap verba utama. Contoh 子供のとき berarti "ketika saya masih anak-anak".
前・後 adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A2. Gunakan bentuk kamus + 前に untuk “sebelum melakukan”, dan bentuk た + 後で/後に untuk “setelah melakukan”. Pola ini menunjukkan urutan waktu antar tindakan.
ながら adalah konsep tata bahasa Jepang tingkat A2 yang dipakai untuk menyatakan dua tindakan yang terjadi bersamaan oleh subjek yang sama. Polanya adalah batang kata kerja + ながら, dengan makna umum "sambil melakukan X, melakukan Y". Tindakan utama biasanya dinyatakan oleh kata kerja terakhir dalam kalimat.
たら条件 (Kondisional Tara) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A2. Bentuk た + ら membentuk kondisional 'jika/ketika'. Menekankan hubungan berurutan: ketika/setelah X terjadi, maka Y. Serbaguna untuk kondisi hipotetis dan temporal.
変化表現(なる・する) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A2. Untuk menyatakan perubahan, gunakan adjektiva bentuk く/に + なる (menjadi) atau nomina + に + なる. Untuk perubahan yang disengaja, gunakan adjektiva bentuk く/に + する (membuat menjadi) atau nomina + に + する (memutuskan memilih).
授受表現(あげる・もらう・くれる) (Memberi dan Menerima) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A2. Tiga kata kerja untuk memberi/menerima berdasarkan arah: あげる (memberi, ke luar kelompok), くれる (memberi, ke kelompok pembicara), もらう (menerima). Mencerminkan hubungan sosial.
恩恵の授受表現 adalah konsep tata bahasa Jepang tingkat A2 yang dipakai untuk menyatakan memberi atau menerima bantuan melalui pola て + あげる/くれる/もらう. Pola ini penting karena bahasa Jepang sangat memperhatikan sudut pandang penutur: apakah kamu melakukan sesuatu untuk orang lain, orang lain melakukan sesuatu untukmu, atau kamu menerima bantuan dari seseorang.
欲しい・てほしい (menyatakan keinginan dengan hoshii) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A2. 欲しい digunakan untuk menyatakan "menginginkan sesuatu" dan berperilaku seperti kata sifat い, sedangkan bentuk て + ほしい digunakan untuk menyatakan bahwa kamu ingin seseorang melakukan sesuatu. Benda atau orang yang diinginkan biasanya ditandai dengan partikel が.
伝聞(そうです) (Kabar Dengar そうです) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A2. Bentuk biasa + そうです untuk melaporkan informasi yang didengar dari orang lain ('saya dengar bahwa', 'katanya'). Berbeda dari penampilan そう (bentuk dasar + そう). Menunjukkan pengetahuan tidak langsung.
様態(そう) adalah pola tata bahasa Jepang tingkat CEFR A2 untuk menyatakan kesan berdasarkan apa yang terlihat langsung. Polanya adalah batang kata kerja atau batang kata sifat + そう, dengan makna seperti "terlihat" atau "sepertinya". Contohnya, おいしそう berarti "terlihat enak" dan 降りそう berarti "sepertinya akan turun hujan".
ように (ように (tujuan/cara)) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A2. ように mengungkapkan tujuan ('agar'), cara ('dengan cara yang'), atau perbandingan ('seperti'). Bentuk potensial/ない + ように untuk tujuan. Sering digunakan dengan する/なる.
B1 (21)
可能形 (Bentuk Potensial) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR B1 untuk menyatakan kemampuan. Pada kata kerja godan, akhiran -u berubah ke bunyi -e + る (書く→書ける). Pada kata kerja ichidan, akhiran -る berubah menjadi -られる (食べる→食べられる). Objek dapat memakai が atau を, dan bentuk ini berkonjugasi seperti kata kerja ichidan.
受身形 (Bentuk Pasif) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR B1. Pembentukan pasif: kata kerja godan mengubah -u menjadi -a + れる, kata kerja ichidan menambahkan -られる. Digunakan untuk tindakan yang diterima, sering dengan nuansa terdampak (secara negatif). Pelaku ditandai dengan に.
使役形 (Bentuk Kausatif) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR B1. Membuat/membiarkan seseorang melakukan sesuatu: kata kerja godan mengubah -u menjadi -a + せる, ichidan menambahkan -させる. Dapat mengungkapkan izin atau paksaan. Objek kausatif ditandai dengan に (izin) atau を (paksa).
使役受身形 (Bentuk Kausatif-Pasif) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR B1. Gabungan kausatif dan pasif yang mengungkapkan 'dipaksa melakukan': -(a/sa)せられる. Sering menyatakan tindakan yang dilakukan secara paksa bertentangan dengan kehendak sendiri. Bentuk singkat juga umum (飲まされる).
ば条件 (Kondisional Ba) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR B1. Kondisional ば: kata kerja godan mengubah -u menjadi -e + ば (書けば), ichidan mengganti -ru dengan -れば. Mengungkapkan kondisi umum, hipotesis. Untuk kata sifat: -ければ.
なら条件 (Kondisional Nara) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR B1. Kondisional なら: bentuk biasa/nomina + なら mengungkapkan 'jika memang demikian', 'berbicara tentang'. Sering digunakan untuk saran atau ketika topik sudah ditetapkan.
と条件 (Kondisional と) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR B1. Bentuk biasa non-lampau + と untuk hasil alami/kebiasaan dan penemuan. Mengimplikasikan konsekuensi otomatis yang tak terelakkan. Tidak digunakan untuk tindakan kehendak atau permintaan.
命令形 adalah konsep tata bahasa Jepang tingkat B1 yang dipakai untuk memberi perintah secara langsung. Pada kata kerja godan, bunyi akhir -u biasanya berubah menjadi -e, seperti 書く menjadi 書け. Pada kata kerja ichidan, akhiran -る diganti menjadi -ろ atau -よ, seperti 食べる menjadi 食べろ. Bentuk ini terdengar sangat langsung dan kadang kasar, sehingga penggunaannya terbatas pada situasi tertentu seperti keadaan darurat, slogan, atau gaya tegas.
意向形 (bentuk volisional) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR B1. Bentuk ini dipakai untuk menyatakan niat atau ajakan: verba godan mengubah akhiran -u menjadi -ou (行こう), sedangkan verba ichidan mengganti -ru menjadi -よう (食べよう). Maknanya bisa seperti "ayo" atau "saya akan". Bentuk ましょう adalah versi sopan.
ようと思う adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR B1. Bentuk volisional + と思う menyatakan niat seperti “saya pikir akan” atau “saya berencana untuk”. Bentuk berkelanjutan ようと思っている menunjukkan niat yang masih berlangsung.
つもり adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR B1. Bentuk kamus + つもり menyatakan niat yang kuat untuk melakukan sesuatu. Bentuk negatifnya adalah bentuk ない + つもり atau bentuk kamus + つもりはない. Nuansanya lebih kuat daripada ようと思う.
はずだ adalah konsep tata bahasa Jepang tingkat B1 yang dipakai untuk menyatakan dugaan atau harapan logis. Pola ini biasanya dibentuk dengan bentuk biasa sebelum はず dan digunakan ketika penutur menarik kesimpulan berdasarkan alasan, pengetahuan, atau bukti yang ada. Bentuk negatif yang umum adalah ないはず dan はずがない.
らしい adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR B1. Pola bentuk biasa + らしい dipakai untuk menyatakan dugaan berdasarkan informasi dari luar, dengan makna seperti "sepertinya" atau "katanya". Selain itu, nomina + らしい bisa berarti "khas" atau "seperti seharusnya" (misalnya 男らしい: bersifat jantan/tegas).
ようだ・みたい adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR B1. Bentuk biasa + ようだ/みたい menyatakan kemiripan atau dugaan seperti “tampaknya” atau “kelihatannya”. みたい lebih kasual. Gunakan まるで + ようだ untuk menyatakan “persis seperti”.
敬語入門 (Pengantar Bahasa Hormat) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR B1. Gambaran umum tiga jenis keigo: 尊敬語 (hormat, meninggikan orang lain), 謙譲語 (rendah hati, merendahkan diri), 丁寧語 (sopan, kesopanan netral). Memahami konteks sosial penggunaannya.
尊敬語 (bahasa hormat) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR B1. Bentuk ini meninggikan tindakan orang lain: お/ご + bentuk dasar + になる, serta verba khusus (いらっしゃる, おっしゃる, ご覧になる, 召し上がる). Digunakan untuk atasan, pelanggan, atau orang dewasa yang belum akrab.
謙譲語 (bahasa rendah hati) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR B1. Bentuk ini merendahkan tindakan penutur untuk menunjukkan rasa hormat: お/ご + bentuk dasar + する, serta verba khusus (参る, 申す, いたす, 伺う, 拝見する). Digunakan ketika membicarakan tindakan diri sendiri kepada atasan.
のに (のに (meskipun)) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR B1. Bentuk biasa + のに mengungkapkan kontras dengan kekecewaan atau celaan: 'meskipun', 'walaupun'. Seringkali mengisyaratkan bahwa hasilnya tidak terduga atau tidak diinginkan.
理由(ので・から) (alasan dengan ので/から) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR B1. Keduanya dipakai untuk menyatakan alasan: から (karena, lebih subjektif) dan ので (karena/sebab, lebih objektif dan lebih halus). Bentuk ので lebih sopan dan sering dipakai pada konteks formal. Keduanya didahului bentuk biasa.
し (dan lagipula) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR B1. Bentuk biasa + し digunakan untuk menyebutkan beberapa alasan atau karakteristik. Sering dipakai untuk membangun justifikasi. Dapat digunakan sendiri atau dalam kombinasi. Menyiratkan arti 'dan juga', 'dan lagipula'.
ために (tujuan/sebab) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR B1. Bentuk kamus/kata benda + の + ために untuk menyatakan tujuan ('supaya' / 'agar'). Bentuk lampau biasa + ために untuk menyatakan sebab/alasan ('karena'). Konteks menentukan maknanya.
B2 (14)
間接受身 (Pasif Tidak Langsung) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR B2. Bentuk pasif di mana subjek terdampak secara tidak langsung oleh suatu tindakan yang dilakukan terhadap hal lain. 私は雨に降られた (Saya terkena hujan). Umum digunakan untuk menyatakan kerugian.
許可の使役 (kausatif permisif) adalah konsep tata bahasa Jepang tingkat CEFR B2. Bentuk kausatif ini memberi nuansa izin, yaitu "membiarkan seseorang melakukan sesuatu". Bentuk ini sering dipakai bersama あげる/くれる. Bedakan dari kausatif paksaan melalui konteks dan pilihan partikel (に untuk makna izin).
ところ (saat tepat) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR B2. ところ dengan bentuk yang berbeda menunjukkan waktu: bentuk kamus + ところ (hendak melakukan), ている + ところ (sedang dalam proses), た + ところ (baru saja selesai). Merupakan ekspresi waktu yang sangat presisi.
ばかり (ekspresi ばかり) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR B2. Pola ini memiliki beberapa penggunaan: た + ばかり untuk menyatakan "baru saja melakukan", て + ばかりいる untuk menyatakan "selalu/terus-menerus melakukan", serta ばかりか/ばかりでなく untuk menyatakan "tidak hanya". Secara umum, ばかり menyoroti eksklusivitas atau kejadian yang baru berlangsung.
ようにする・ようになる (ようにする / ようになる) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR B2. ようにする berarti berusaha melakukan sesuatu secara konsisten, sedangkan ようになる berarti mulai bisa atau mencapai perubahan bertahap. Keduanya mengekspresikan perubahan gradual atau pembentukan kebiasaan sadar.
わけ adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR B2. わけ berarti “alasan” atau “makna” dalam pola seperti わけだ (itulah sebabnya/berarti), わけがない (tidak mungkin), わけではない (bukan berarti), dan わけにはいかない (tidak bisa begitu saja).
もの・もん (ekspresi mono) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR B2. Bentuk もの/もん dipakai untuk memberi penjelasan atau alasan (seperti "soalnya" atau "kan"). Selain itu, ものだ dapat menyatakan keharusan umum, ものか menekankan penolakan kuat, dan ものなら dipakai untuk kondisi hipotesis.
こと表現 adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR B2. Ini mencakup pola lanjutan seperti ことにする (memutuskan untuk), ことになる (diputuskan bahwa), ことはない (tidak perlu), dan ことだ (sebaiknya). こと juga berfungsi sebagai penominal dengan berbagai kegunaan.
てしまう adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR B2. Bentuk て + しまう menyatakan penyelesaian tindakan, sering kali tidak disengaja, atau penyesalan. Bentuk kasualnya adalah ちゃう/じゃう. Contohnya 食べてしまった dapat berarti “sudah memakannya habis” atau “tidak sengaja memakannya”, tergantung konteks.
ておく adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR B2. Bentuk て + おく digunakan untuk melakukan sesuatu sebelumnya atau membiarkan sesuatu dalam keadaan tertentu. Pola ini menyiratkan persiapan atau tindakan pencegahan; bentuk kasualnya adalah とく, seperti 準備しておく (menyiapkan sebelumnya).
Pola てみる adalah konsep tata bahasa Jepang tingkat B2 yang digunakan untuk menyatakan "mencoba melakukan sesuatu" guna melihat hasilnya, merasakan pengalamannya, atau menguji apakah sesuatu berhasil. Pola ini sangat umum dalam percakapan sehari-hari karena terdengar alami dan praktis.
Pola ていく・てくる adalah konsep tata bahasa Jepang tingkat B2 yang dipakai untuk menyatakan arah gerakan maupun perubahan yang berkembang seiring waktu. Kedua bentuk ini sangat penting karena maknanya tidak selalu harfiah sebagai "pergi" dan "datang", melainkan sering menunjukkan sudut pandang penutur.
発展的敬語表現 (pola honorifik tingkat lanjut) adalah konsep tata bahasa Jepang pada tingkat CEFR B2. Materi ini mencakup pola keigo kompleks untuk konteks bisnis dan formal: ていただく (menerima kebaikan, bentuk rendah hati), させていただく (menerima izin, bentuk rendah hati), serta pola お/ご〜いただく.
際・折・時 adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR B2. Ketiganya adalah ungkapan formal untuk makna "ketika" atau "pada kesempatan": 際 (sai, bernuansa resmi), 折 (ori, bernuansa sastra/formal), dan 時 dalam pola tingkat lanjut. Bentuk-bentuk ini lazim dipakai dalam tulisan dan tuturan formal.
C1 (10)
文語的動詞形 (bentuk verbal sastra) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR C1. Bentuk ini mencakup akhiran verba klasik atau sastra yang muncul dalam tulisan formal, peribahasa, dan puisi, seperti べし (seharusnya/harus), ごとし (seperti), たり (bentuk lampau klasik), dan なり (kopula klasik).
書き言葉(である体) (gaya tulis formal) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR C1. Gaya である digunakan untuk tulisan akademik dan formal. Akhirannya mencakup である (adalah), ではない (bukan), dan であった (dulu adalah). Pola lain yang sering muncul adalah kata benda + における (di/pada) dan kata benda + に関して (mengenai).
複合助詞 adalah konsep tata bahasa Jepang tingkat C1 yang membahas partikel gabungan, yaitu partikel yang terdiri dari lebih dari satu unsur. Bentuk seperti において, に対して, について, によって, にとって, dan をもとに sangat umum dalam bahasa Jepang formal maupun tulisan akademik.
発展的接続表現 adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR C1. Ini mencakup konjungsi canggih seperti ものの (meskipun), つつ (sambil/meskipun), ながらも (meskipun sambil), すなわち (yaitu), いわば (boleh dikatakan), dan とはいえ (meskipun demikian).
高度な名詞化 (Advanced Nominalization) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR C1. Pola nominalisasi kompleks: ところ (fakta bahwa), 上 (jou - dari sudut pandang), 限り (kagiri - sejauh), 以上 (mengingat bahwa), 反面 (di sisi lain).
高度な文末表現, atau akhiran kalimat tingkat lanjut, adalah konsep tata bahasa Jepang tingkat CEFR C1. Pola-pola ini membantu penutur menyampaikan nuansa halus seperti dugaan, dorongan emosi yang sulit ditahan, atau perkiraan yang berhati-hati. Di tahap ini, yang dipelajari bukan lagi sekadar arti dasar, tetapi juga nada, jarak sosial, dan efek pragmatis dari sebuah ungkapan.
間接話法 (Pola Tuturan Tidak Langsung) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR C1. Melaporkan tuturan dengan pergeseran kala/sudut pandang: ということだ (dikatakan bahwa), とのことだ (menurut), と伝えられている (dilaporkan). Membedakan sumber tuturan yang didengar dari orang lain.
高度な条件表現 adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR C1. Ini mencakup ekspresi kondisional canggih seperti ようものなら (kalau sampai), としたら/とすれば (jika diasumsikan), ないことには (kecuali jika), dan 限りでは (sejauh/selama).
ビジネス日本語, atau bahasa Jepang bisnis, adalah konsep tingkat CEFR C1 yang berfokus pada ungkapan profesional, sopan, dan berjarak sosial yang tepat untuk dunia kerja. Bentuk-bentuk ini sering dipakai dalam email, rapat, layanan pelanggan, dan komunikasi antarkolega atau klien.
報道文体 (Gaya Berita dan Media) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR C1. Gaya jurnalistik: ものと見られる (diperkirakan bahwa), ことが分かった (telah diketahui bahwa), という (menurut), とみられている (dipercaya bahwa). Digunakan dalam judul berita dan siaran.
C2 (8)
古典文法要素 (Elemen Tata Bahasa Klasik) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR C2. Tata bahasa Jepang klasik yang ditemukan dalam peribahasa, sastra, dan konteks formal: ぬ/ず (negasi klasik), し (atributif klasik), けり (lampau/realisasi), らむ (dugaan).
修辞技法 (Perangkat Retoris) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR C2. Pola stilistik dan retoris: 倒置 (inversi), 体言止め (akhiran nomina), 反語 (pertanyaan retoris), 対句 (paralelisme). Digunakan dalam pidato, esai, dan karya sastra.
方言の特徴 (ciri dialek regional) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR C2. Ini mencakup pola dialek regional utama seperti 関西弁 (Kansai: へん, やん, おる), 東北弁 (Tohoku: べ, だす), dan 九州弁 (Kyushu: ばい, たい, けん), dengan fokus pada pengenalan dan pemahaman dasar.
学術的文章 (Gaya Penulisan Akademik) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR C2. Konvensinya meliputi gaya である体, konstruksi pasif, nominalisasi, ungkapan kehati-hatian (と考えられる, 可能性がある), pola sitasi, dan struktur tesis.
法律・公用語 adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR C2. Ini mencakup bahasa Jepang hukum dan birokratis seperti ものとする (wajib/harus), 妨げない (tidak menghalangi), の限りでない (tidak terbatas pada), dan 準ずる (sesuai dengan). Pola-pola ini penting untuk membaca kontrak dan teks hukum.
文学的散文 (Gaya Prosa Sastra) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR C2. Teknik sastra dan gaya naratif: aliran kesadaran, kala naratif, penciptaan atmosfer, pembedaan suara karakter, elemen prosa puitis.
高度な慣用表現 (Ungkapan Idiomatik Tingkat Lanjut) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR C2. Idiom dan frasa baku tingkat lanjut: 虫がいい (mementingkan diri sendiri), 腹が立つ (menjadi marah), 目が高い (selera tinggi), 口が堅い (bisa menyimpan rahasia), beserta konteks penggunaannya yang tepat.
語用論的能力 (kompetensi pragmatik) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR C2. Konsep ini menekankan penguasaan komunikasi implisit: 空気を読む (membaca suasana), penolakan tidak langsung, keheningan yang tepat, pergeseran ragam formal vs. informal, serta pola komunikasi kultural.
Siap mulai belajar Jepang? Coba Settemila Lingue gratis — tanpa kartu kredit, tanpa komitmen. Lihat-lihat dulu, lalu latihan dengan flashcard buatan AI.
Mulai Gratis