Tata Bahasa Jepang

Jelajahi 112 konsep tata bahasa — dari pemula hingga mahir.

Ini adalah pohon tata bahasa yang menggerakkan Settemila Lingue — setiap konsep menjadi dek latihan fokus dengan kartu flash buatan AI.

A1 (37)

Hiragana dalam Bahasa Jepangひらがな

ひらがな (Hiragana) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A1. Hiragana terdiri dari 46 karakter dasar yang digunakan untuk kata asli Jepang, unsur tata bahasa, dan kata-kata yang tidak ditulis dengan kanji. Sistem ini juga mencakup bunyi bersuara (dakuten) dan bunyi gabungan (yōon).

Katakana dalam Bahasa Jepangカタカナ

カタカナ adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A1. Katakana terdiri dari 46 karakter yang terutama digunakan untuk kata serapan asing, onomatope, penekanan, dan istilah ilmiah. Bunyinya sama dengan hiragana, tetapi bentuknya berbeda.

Copula です/だ dalam Bahasa Jepangです・だ

です・だ (Copula です/だ) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A1. Kopula です (sopan) dan だ (biasa) berarti "menjadi/adalah". Digunakan untuk menghubungkan kata benda dan kata sifat-na dengan subjek. Penting untuk pembentukan kalimat dasar.

Partikel Dasar は/が/を/に dalam Bahasa Jepang (基本助詞)基本助詞(は・が・を・に)

基本助詞(は・が・を・に) (Partikel Dasar は/が/を/に) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A1. Partikel tata bahasa inti: は (penanda topik), が (penanda subjek), を (objek langsung), に (objek tidak langsung, lokasi, waktu). Fondasi struktur kalimat Bahasa Jepang.

Partikel Lokasi で/に/へ dalam Bahasa Jepang場所の助詞(で・に・へ)

場所の助詞(で・に・へ) adalah konsep tata bahasa Jepang tingkat CEFR A1 tentang partikel tempat dan arah. Partikel で dipakai untuk lokasi terjadinya tindakan, に untuk lokasi keberadaan atau tujuan, dan へ untuk arah pergerakan. Ketiganya penting untuk menjelaskan di mana sesuatu terjadi atau ke mana seseorang pergi.

Partikel Penghubung と/や/か dalam Bahasa Jepang接続助詞(と・や・か)

Partikel と, や, dan か dipakai untuk menghubungkan nomina dalam kalimat bahasa Jepang tingkat A1.

Partikel Kepemilikan の dalam Bahasa Jepang所有の助詞(の)

所有の助詞(の), atau partikel の untuk kepemilikan, adalah konsep tata bahasa Jepang tingkat A1 yang sangat sering muncul sejak tahap awal belajar. Partikel ini dipakai untuk menghubungkan dua nomina dan dapat menunjukkan kepemilikan, asal, jenis, atau hubungan penjelas antar kata benda.

Kata Ganti Orang dalam Bahasa Jepang人称代名詞

人称代名詞 (kata ganti orang) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A1. Kata ganti orang dasar meliputi 私 (watashi - saya), あなた (anata - kamu/Anda), 彼/彼女 (kare/kanojo - dia laki-laki/dia perempuan), 私たち (watashitachi - kami/kita), dan 彼ら (karera - mereka). Kata ganti ini sering dihilangkan jika konteksnya sudah jelas.

Kata Tunjuk こそあど dalam Bahasa Jepang指示詞(こそあど)

指示詞(こそあど), atau sistem kata tunjuk こそあど, adalah konsep tata bahasa Jepang tingkat A1 yang digunakan untuk menunjuk benda, tempat, arah, dan kadang orang, berdasarkan jaraknya terhadap penutur dan lawan bicara. Ini adalah salah satu sistem dasar yang sangat penting dalam percakapan sehari-hari.

Angka dan Cara Menghitung dalam Bahasa Jepang数字と数え方

数字と数え方 (Angka dan Cara Menghitung) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A1. Bahasa Jepang memakai sistem angka Jepang asli dan Sino-Jepang untuk 1 sampai 100 ke atas. Bentuk Jepang asli seperti ひとつ dan ふたつ digunakan untuk menghitung benda 1-10, sedangkan bentuk Sino-Jepang seperti いち, に, dan さん digunakan untuk angka yang lebih besar dan tanggal.

基本的な助数詞 dalam Bahasa Jepang基本的な助数詞

基本的な助数詞 adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A1. Kata penggolong utama: 人 (にん - orang), 個 (こ - benda kecil), 枚 (まい - benda pipih), 本 (ほん - benda panjang), 匹 (ひき - binatang kecil), 冊 (さつ - buku).

Ekspresi Waktu dalam Bahasa Jepang時間の表現

時間の表現 (Ekspresi Waktu) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A1. Konsep ini mencakup cara menyebutkan jam dengan 時 (じ), menit dengan 分 (ふん/ぷん), setengah jam dengan 半 (はん), serta hari dalam seminggu, bulan, dan kata waktu dasar seperti 今日, 明日, dan 昨日.

Kata Kerja Godan (Kata Kerja -u) dalam Bahasa Jepang五段動詞

五段動詞 (godan dōshi) adalah kelompok kata kerja dasar dalam bahasa Jepang tingkat A1. Disebut “godan” karena bunyi akhir kata kerjanya berubah mengikuti lima baris kana saat dikonjugasikan.

Verba Ichidan (verba -ru) dalam Bahasa Jepang一段動詞

一段動詞 (Verba Ichidan / verba -ru) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A1. Ini adalah kelompok verba berakhiran -iru atau -eru. Konjugasinya dilakukan dengan menghapus -ru lalu menambahkan akhiran yang sesuai. Contohnya: 食べる (makan), 見る (melihat), 起きる (bangun). Polanya lebih sederhana daripada verba godan.

Kata Kerja Tidak Beraturan する/来る dalam Bahasa Jepang (不規則動詞)不規則動詞(する・来る)

不規則動詞(する・来る) (Kata Kerja Tidak Beraturan する/来る) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A1. Dua kata kerja tidak beraturan: する (melakukan) dan 来る (くる - datang). する digabungkan dengan kata benda untuk membentuk kata kerja majemuk (勉強する - belajar). Kata kerja berfrekensi tinggi yang sangat penting.

Bentuk Sopan ます dalam Bahasa Jepang丁寧形(ます形)

丁寧形(ます形) (Bentuk Sopan ます) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A1. Akhiran kata kerja sopan ます untuk afirmatif kini/mendatang, ません untuk negatif, ました untuk lampau, ませんでした untuk lampau negatif. Standar dalam sebagian besar percakapan.

Kata Kerja Eksistensi いる/ある dalam Bahasa Jepang (存在動詞)存在動詞(いる・ある)

存在動詞(いる・ある) (Existence Verbs いる/ある) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A1. Kata kerja eksistensi: いる untuk makhluk hidup (orang, hewan), ある untuk benda mati. Digunakan dengan に untuk lokasi. Juga menyatakan kepemilikan.

Kata Sifat-i dalam Bahasa Jepangい形容詞

い形容詞 (Kata Sifat-i) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A1. Kata sifat berakhiran い yang dikonjugasikan langsung: 大きい (besar), 小さい (kecil), 高い (tinggi/mahal), 新しい (baru). Hilangkan い dan tambahkan くない untuk negatif, かった untuk lampau.

Kata Sifat な dalam Bahasa Jepangな形容詞

な形容詞 (kata sifat な) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A1. Kelompok kata sifat ini memerlukan partikel な ketika diletakkan di depan nomina, misalnya 静か (tenang), きれい (cantik/indah), 有名 (terkenal), dan 元気 (sehat/bersemangat). Untuk bentuk negatif biasanya digunakan じゃない, sedangkan bentuk lampau sopan memakai でした bersama です.

Adjectives as Adverbs dalam Bahasa Jepang形容詞の副詞化

形容詞の副詞化 (Adjectives as Adverbs) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A1. Mengubah kata sifat menjadi kata keterangan: kata sifat い menghilangkan い dan menambahkan く (速い→速く), kata sifat な menambahkan に (静か→静かに). Digunakan untuk memodifikasi kata kerja.

Kata Tanya dalam Bahasa Jepang (疑問詞)疑問詞

疑問詞 (Kata Tanya) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A1. Kata tanya dasar: 何 (nani - apa), 誰 (dare - siapa), どこ (doko - di mana), いつ (itsu - kapan), なぜ/どうして (mengapa), どう (bagaimana), いくら (berapa harganya).

Negasi Dasar dalam Bahasa Jepang基本的な否定

基本的な否定 (negasi dasar) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A1. Untuk membentuk kalimat negatif, kata kerja memakai ません/ない, kata sifat い memakai くない, kata sifat な memakai じゃない, dan kata benda memakai じゃありません/ではない.

Permintaan ください dalam Bahasa Jepang依頼表現(ください)

依頼表現(ください) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A1. Gunakan ください untuk permintaan sopan seperti “tolong beri”, dan bentuk て + ください untuk “tolong lakukan”. Ini adalah bentuk perintah sopan dasar untuk situasi sehari-hari.

Menyatakan Keinginan dengan たい dalam Bahasa Jepang願望表現(たい)

願望表現(たい) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A1. Pola ini menyatakan keinginan melakukan sesuatu: akar verba + たい berarti “ingin melakukan”. Bentuk たい dikonjugasikan seperti adjektiva い, dan objeknya dapat memakai が atau を.

Suka dan Tidak Suka 好き/嫌い dalam Bahasa Jepang好き嫌いの表現

好き嫌いの表現 adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A1. Pola ini menyatakan preferensi dengan 好き (suka) dan 嫌い (tidak suka) sebagai adjektiva な. Objek yang disukai memakai partikel が. Tingkatannya dapat diperkuat dengan 大好き (sangat suka) dan 大嫌い (sangat tidak suka).

Adverbia Derajat dalam Bahasa Jepang程度の副詞

程度の副詞 (adverbia derajat) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A1. Adverbia ini menunjukkan tingkat atau intensitas, misalnya とても (sangat), 少し (sedikit), あまり (tidak terlalu, dengan bentuk negatif), 全然 (sama sekali tidak, dengan bentuk negatif), dan ちょっと (agak/sedikit).

Adverbia Frekuensi dalam Bahasa Jepang頻度の副詞

頻度の副詞 adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A1. Adverbia ini menunjukkan frekuensi: いつも (selalu), よく (sering), 時々 (kadang-kadang), たまに (sesekali), あまり (jarang, dengan negatif), dan 全然 (sama sekali tidak, dengan negatif).

Basic Comparison より dalam Bahasa Jepang比較(より)

比較(より) (perbandingan dasar dengan より) adalah konsep tata bahasa Jepang tingkat CEFR A1. Pola dasarnya untuk membandingkan adalah A は B より + kata sifat (A lebih ... daripada B). Untuk pertanyaan perbandingan dua hal, gunakan どちら (yang mana dari dua), dan gunakan ほうが untuk menandai pilihan yang “lebih ...”.

Basic Conjunctions dalam Bahasa Jepang基本的な接続詞

基本的な接続詞 (konjungsi dasar) adalah konsep tata bahasa Jepang tingkat CEFR A1. Konsep ini menghubungkan gagasan, misalnya そして (lalu/dan kemudian), でも (tetapi), だから (jadi/oleh karena itu), それから (setelah itu), dan または (atau). Bentuk-bentuk ini dipakai di antara kalimat.

Partikel Akhir Kalimat dalam Bahasa Jepang終助詞

終助詞 (Partikel Akhir Kalimat) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A1. Partikel di akhir kalimat yang menyampaikan nuansa: ね (mencari persetujuan), よ (memberi informasi), か (pertanyaan), の (penjelasan/pertanyaan, santai). Memperlunak atau menegaskan pernyataan.

Salam dan Ungkapan Tetap dalam Bahasa Jepang挨拶と定型表現

挨拶と定型表現, atau salam dan ungkapan tetap, adalah konsep tata bahasa Jepang tingkat A1 yang mencakup sapaan dasar dan ekspresi rutin yang dipakai dalam kehidupan sehari-hari. Ini termasuk ucapan seperti おはようございます, こんにちは, すみません, ありがとうございます, dan いただきます.

Istilah Keluarga dalam Bahasa Jepang家族の呼び方

家族の呼び方 adalah konsep dasar bahasa Jepang tingkat A1 tentang cara menyebut anggota keluarga. Bahasa Jepang membedakan bentuk untuk keluargamu sendiri yang cenderung lebih merendah dan bentuk yang lebih sopan atau honorifik untuk keluarga orang lain, misalnya 母/お母さん, 父/お父さん, dan 兄/お兄さん.

Partikel も (juga) dalam Bahasa Jepang助詞「も」

助詞「も」 adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A1. Partikel inklusif も berarti “juga”. Partikel ini dapat menggantikan は, が, atau を. Dalam kalimat negatif, も membentuk makna seperti “tidak ada apa-apa” atau “tidak seorang pun” (何も, 誰も).

から/まで dalam Bahasa Jepang (dari/sampai)から・まで

から・まで adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A1. Partikel から menandai titik awal atau asal dengan arti seperti "dari" atau "sejak", sedangkan まで menandai batas akhir dengan arti seperti "sampai". Keduanya dipakai untuk waktu, tempat, dan berbagai jenis rentang, serta sangat sering muncul bersama.

Penanda Waktu に dalam Bahasa Jepang時間の「に」

時間の「に」 (Penanda Waktu に) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A1. Partikel に dipakai untuk menandai waktu yang spesifik (jam, hari, bulan, tahun). Bentuk ini tidak dipakai untuk waktu relatif (hari ini, besok) atau kata frekuensi (setiap hari).

Kutipan Santai って dalam Bahasa Jepangカジュアルな引用(って)

カジュアルな引用(って) (Kutipan Santai って) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A1. Partikel santai って untuk mengutip atau menjelaskan makna. Bentuk singkat dari と言う. Digunakan dalam percakapan sehari-hari untuk menyampaikan informasi atau bertanya tentang arti.

Ekspresi “Hanya” だけ/しか dalam Bahasa Jepang限定表現(だけ・しか)

限定表現(だけ・しか) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A1. Pola ini menyatakan “hanya”: だけ bersifat netral, sedangkan しか harus diikuti verba negatif dan menekankan keterbatasan. Keduanya berbeda dalam nuansa dan syarat tata bahasa.

A2 (22)

Bentuk て dalam Bahasa Jepangて形

て形 (bentuk て) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A2. Pembentukan bentuk て: kata kerja godan mengalami perubahan bunyi (書く→書いて, 読む→読んで), kata kerja ichidan menghilangkan akhiran -ru dan menambahkan -te. Ini adalah fondasi bagi banyak struktur tata bahasa.

Bentuk Progresif/Keadaan ている dalam Bahasa Jepangている形

ている形 (Bentuk Progresif/Keadaan ている) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A2. Pola て-form + いる menyatakan tindakan yang sedang berlangsung (食べている - sedang makan) atau keadaan hasil (結婚している - sudah menikah). Konteks menentukan makna yang tepat.

Menghubungkan Tindakan dengan て dalam Bahasa Jepang (て形での文の接続)て形での文の接続

て形での文の接続 (Menghubungkan Tindakan dengan て) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A2. Menggunakan て-form untuk menghubungkan tindakan berurutan atau menggabungkan kalimat. Kata kerja terakhir membawa kala. Juga digunakan untuk cara (笑って答える - menjawab sambil tertawa).

ても (meskipun) dalam Bahasa Jepangても

ても (meskipun/walaupun) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A2. Bentuk て + も menyatakan “meskipun” atau “walaupun” dan membentuk klausa konsesif. Untuk adjektiva: 高くても (adjektiva-i), 静かでも (adjektiva-na), dan nomina + でも.

Bentuk Biasa/Kamus dalam Bahasa Jepang (普通形・辞書形)普通形(辞書形)

普通形(辞書形) (Bentuk Biasa/Kamus) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A2. Akhiran kata kerja santai yang digunakan dalam tuturan informal, sebelum tata bahasa tertentu, dan dalam klausa relatif. Bentuk afirmatif kini adalah bentuk kamus. Negatif adalah bentuk ない.

Bentuk ない (Negatif Biasa) dalam Bahasa Jepangない形

ない形 (bentuk ない atau negatif biasa) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A2. Untuk bentuk negatif biasa, verba godan mengubah akhiran -u menjadi -a lalu menambahkan ない (書く→書かない), sedangkan verba ichidan mengganti -ru dengan -ない. する→しない dan 来る→来ない adalah bentuk tidak beraturan.

Bentuk た (Lampau Biasa) dalam Bahasa Jepangた形

た形 (bentuk た atau bentuk lampau biasa) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A2. Bentuk ini mengikuti perubahan bunyi yang sama seperti bentuk て, tetapi berakhiran た/だ (書いた, 読んだ). Digunakan dalam percakapan santai, klausa relatif, dan pola tata bahasa tertentu.

Klausa Relatif dalam Bahasa Jepang関係節

関係節 (klausa relatif) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A2. Klausa verba/adjektiva ditempatkan sebelum nomina untuk menerangkan nomina tersebut (tanpa kata ganti relatif). Bentuk yang digunakan adalah bentuk biasa. Contoh: 昨日買った本 = "buku yang saya beli kemarin".

Partikel Kutipan と dalam Bahasa Jepang引用の「と」

引用の「と」 (Partikel Kutipan と) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A2. Partikel と untuk mengutip ucapan atau pikiran dengan kata kerja seperti 言う (berkata), 思う (berpikir), 聞く (mendengar/bertanya). Pola kutipan langsung dan tidak langsung.

Pengalaman ことがある dalam Bahasa Jepang経験(ことがある)

経験(ことがある) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A2. Bentuk lampau biasa + ことがある menyatakan pengalaman yang pernah dilakukan. Bentuk ini dipakai untuk membicarakan hal yang sudah pernah terjadi; bentuk negatifnya adalah ことがない, yang berarti belum pernah.

Kemampuan ことができる dalam Bahasa Jepang可能表現(ことができる)

可能表現(ことができる) (ungkapan kemampuan ことができる) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A2. Bentuk kamus + ことができる menyatakan kemampuan “bisa melakukan sesuatu”. Bentuk ini lebih formal daripada bentuk potensial. Untuk keterampilan, nomina juga dapat diikuti ができる, seperti 日本語ができる.

とき (ketika) dalam Bahasa Jepangとき

とき adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A2. Pola bentuk biasa + とき bermakna "ketika" atau "pada saat". Kala pada klausa とき menentukan urutan waktunya terhadap verba utama. Contoh 子供のとき berarti "ketika saya masih anak-anak".

前/後 (sebelum/sesudah) dalam Bahasa Jepang前・後

前・後 adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A2. Gunakan bentuk kamus + 前に untuk “sebelum melakukan”, dan bentuk た + 後で/後に untuk “setelah melakukan”. Pola ini menunjukkan urutan waktu antar tindakan.

ながら untuk Menyatakan "Sambil" dalam Bahasa Jepangながら

ながら adalah konsep tata bahasa Jepang tingkat A2 yang dipakai untuk menyatakan dua tindakan yang terjadi bersamaan oleh subjek yang sama. Polanya adalah batang kata kerja + ながら, dengan makna umum "sambil melakukan X, melakukan Y". Tindakan utama biasanya dinyatakan oleh kata kerja terakhir dalam kalimat.

Kondisional Tara dalam Bahasa Jepangたら条件

たら条件 (Kondisional Tara) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A2. Bentuk た + ら membentuk kondisional 'jika/ketika'. Menekankan hubungan berurutan: ketika/setelah X terjadi, maka Y. Serbaguna untuk kondisi hipotetis dan temporal.

Menjadi dan Membuat なる/する dalam Bahasa Jepang変化表現(なる・する)

変化表現(なる・する) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A2. Untuk menyatakan perubahan, gunakan adjektiva bentuk く/に + なる (menjadi) atau nomina + に + なる. Untuk perubahan yang disengaja, gunakan adjektiva bentuk く/に + する (membuat menjadi) atau nomina + に + する (memutuskan memilih).

Memberi dan Menerima dalam Bahasa Jepang授受表現(あげる・もらう・くれる)

授受表現(あげる・もらう・くれる) (Memberi dan Menerima) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A2. Tiga kata kerja untuk memberi/menerima berdasarkan arah: あげる (memberi, ke luar kelompok), くれる (memberi, ke kelompok pembicara), もらう (menerima). Mencerminkan hubungan sosial.

Memberi dan Menerima Bantuan dengan てあげる/くれる/もらう恩恵の授受表現

恩恵の授受表現 adalah konsep tata bahasa Jepang tingkat A2 yang dipakai untuk menyatakan memberi atau menerima bantuan melalui pola て + あげる/くれる/もらう. Pola ini penting karena bahasa Jepang sangat memperhatikan sudut pandang penutur: apakah kamu melakukan sesuatu untuk orang lain, orang lain melakukan sesuatu untukmu, atau kamu menerima bantuan dari seseorang.

Menyatakan Keinginan dengan Hoshii dalam Bahasa Jepang欲しい・てほしい

欲しい・てほしい (menyatakan keinginan dengan hoshii) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A2. 欲しい digunakan untuk menyatakan "menginginkan sesuatu" dan berperilaku seperti kata sifat い, sedangkan bentuk て + ほしい digunakan untuk menyatakan bahwa kamu ingin seseorang melakukan sesuatu. Benda atau orang yang diinginkan biasanya ditandai dengan partikel が.

Kabar Dengar そうです dalam Bahasa Jepang伝聞(そうです)

伝聞(そうです) (Kabar Dengar そうです) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A2. Bentuk biasa + そうです untuk melaporkan informasi yang didengar dari orang lain ('saya dengar bahwa', 'katanya'). Berbeda dari penampilan そう (bentuk dasar + そう). Menunjukkan pengetahuan tidak langsung.

Bentuk そう untuk Menyatakan Kesan dalam Bahasa Jepang様態(そう)

様態(そう) adalah pola tata bahasa Jepang tingkat CEFR A2 untuk menyatakan kesan berdasarkan apa yang terlihat langsung. Polanya adalah batang kata kerja atau batang kata sifat + そう, dengan makna seperti "terlihat" atau "sepertinya". Contohnya, おいしそう berarti "terlihat enak" dan 降りそう berarti "sepertinya akan turun hujan".

ように (tujuan/cara) dalam Bahasa Jepangように

ように (ように (tujuan/cara)) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A2. ように mengungkapkan tujuan ('agar'), cara ('dengan cara yang'), atau perbandingan ('seperti'). Bentuk potensial/ない + ように untuk tujuan. Sering digunakan dengan する/なる.

B1 (21)

Bentuk Potensial dalam Bahasa Jepang可能形

可能形 (Bentuk Potensial) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR B1 untuk menyatakan kemampuan. Pada kata kerja godan, akhiran -u berubah ke bunyi -e + る (書く→書ける). Pada kata kerja ichidan, akhiran -る berubah menjadi -られる (食べる→食べられる). Objek dapat memakai が atau を, dan bentuk ini berkonjugasi seperti kata kerja ichidan.

Bentuk Pasif dalam Bahasa Jepang (受身形)受身形

受身形 (Bentuk Pasif) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR B1. Pembentukan pasif: kata kerja godan mengubah -u menjadi -a + れる, kata kerja ichidan menambahkan -られる. Digunakan untuk tindakan yang diterima, sering dengan nuansa terdampak (secara negatif). Pelaku ditandai dengan に.

Bentuk Kausatif dalam Bahasa Jepang使役形

使役形 (Bentuk Kausatif) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR B1. Membuat/membiarkan seseorang melakukan sesuatu: kata kerja godan mengubah -u menjadi -a + せる, ichidan menambahkan -させる. Dapat mengungkapkan izin atau paksaan. Objek kausatif ditandai dengan に (izin) atau を (paksa).

Bentuk Kausatif-Pasif dalam Bahasa Jepang (使役受身形)使役受身形

使役受身形 (Bentuk Kausatif-Pasif) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR B1. Gabungan kausatif dan pasif yang mengungkapkan 'dipaksa melakukan': -(a/sa)せられる. Sering menyatakan tindakan yang dilakukan secara paksa bertentangan dengan kehendak sendiri. Bentuk singkat juga umum (飲まされる).

Kondisional Ba dalam Bahasa Jepangば条件

ば条件 (Kondisional Ba) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR B1. Kondisional ば: kata kerja godan mengubah -u menjadi -e + ば (書けば), ichidan mengganti -ru dengan -れば. Mengungkapkan kondisi umum, hipotesis. Untuk kata sifat: -ければ.

Kondisional Nara dalam Bahasa Jepangなら条件

なら条件 (Kondisional Nara) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR B1. Kondisional なら: bentuk biasa/nomina + なら mengungkapkan 'jika memang demikian', 'berbicara tentang'. Sering digunakan untuk saran atau ketika topik sudah ditetapkan.

Kondisional と dalam Bahasa Jepang (と条件)と条件

と条件 (Kondisional と) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR B1. Bentuk biasa non-lampau + と untuk hasil alami/kebiasaan dan penemuan. Mengimplikasikan konsekuensi otomatis yang tak terelakkan. Tidak digunakan untuk tindakan kehendak atau permintaan.

Bentuk Perintah dalam Bahasa Jepang命令形

命令形 adalah konsep tata bahasa Jepang tingkat B1 yang dipakai untuk memberi perintah secara langsung. Pada kata kerja godan, bunyi akhir -u biasanya berubah menjadi -e, seperti 書く menjadi 書け. Pada kata kerja ichidan, akhiran -る diganti menjadi -ろ atau -よ, seperti 食べる menjadi 食べろ. Bentuk ini terdengar sangat langsung dan kadang kasar, sehingga penggunaannya terbatas pada situasi tertentu seperti keadaan darurat, slogan, atau gaya tegas.

Bentuk Volisional dalam Bahasa Jepang意向形

意向形 (bentuk volisional) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR B1. Bentuk ini dipakai untuk menyatakan niat atau ajakan: verba godan mengubah akhiran -u menjadi -ou (行こう), sedangkan verba ichidan mengganti -ru menjadi -よう (食べよう). Maknanya bisa seperti "ayo" atau "saya akan". Bentuk ましょう adalah versi sopan.

ようと思う (berniat untuk) dalam Bahasa Jepangようと思う

ようと思う adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR B1. Bentuk volisional + と思う menyatakan niat seperti “saya pikir akan” atau “saya berencana untuk”. Bentuk berkelanjutan ようと思っている menunjukkan niat yang masih berlangsung.

Niat つもり dalam Bahasa Jepangつもり

つもり adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR B1. Bentuk kamus + つもり menyatakan niat yang kuat untuk melakukan sesuatu. Bentuk negatifnya adalah bentuk ない + つもり atau bentuk kamus + つもりはない. Nuansanya lebih kuat daripada ようと思う.

はず untuk Menyatakan Dugaan Logis dalam Bahasa Jepangはずだ

はずだ adalah konsep tata bahasa Jepang tingkat B1 yang dipakai untuk menyatakan dugaan atau harapan logis. Pola ini biasanya dibentuk dengan bentuk biasa sebelum はず dan digunakan ketika penutur menarik kesimpulan berdasarkan alasan, pengetahuan, atau bukti yang ada. Bentuk negatif yang umum adalah ないはず dan はずがない.

Dugaan dengan らしい dalam Bahasa Jepangらしい

らしい adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR B1. Pola bentuk biasa + らしい dipakai untuk menyatakan dugaan berdasarkan informasi dari luar, dengan makna seperti "sepertinya" atau "katanya". Selain itu, nomina + らしい bisa berarti "khas" atau "seperti seharusnya" (misalnya 男らしい: bersifat jantan/tegas).

Kemiripan ようだ/みたい dalam Bahasa Jepangようだ・みたい

ようだ・みたい adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR B1. Bentuk biasa + ようだ/みたい menyatakan kemiripan atau dugaan seperti “tampaknya” atau “kelihatannya”. みたい lebih kasual. Gunakan まるで + ようだ untuk menyatakan “persis seperti”.

Pengantar Bahasa Hormat dalam Bahasa Jepang敬語入門

敬語入門 (Pengantar Bahasa Hormat) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR B1. Gambaran umum tiga jenis keigo: 尊敬語 (hormat, meninggikan orang lain), 謙譲語 (rendah hati, merendahkan diri), 丁寧語 (sopan, kesopanan netral). Memahami konteks sosial penggunaannya.

Bahasa Hormat (尊敬語) dalam Bahasa Jepang尊敬語

尊敬語 (bahasa hormat) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR B1. Bentuk ini meninggikan tindakan orang lain: お/ご + bentuk dasar + になる, serta verba khusus (いらっしゃる, おっしゃる, ご覧になる, 召し上がる). Digunakan untuk atasan, pelanggan, atau orang dewasa yang belum akrab.

Bahasa Rendah Hati (謙譲語) dalam Bahasa Jepang謙譲語

謙譲語 (bahasa rendah hati) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR B1. Bentuk ini merendahkan tindakan penutur untuk menunjukkan rasa hormat: お/ご + bentuk dasar + する, serta verba khusus (参る, 申す, いたす, 伺う, 拝見する). Digunakan ketika membicarakan tindakan diri sendiri kepada atasan.

のに (meskipun) dalam Bahasa Jepangのに

のに (のに (meskipun)) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR B1. Bentuk biasa + のに mengungkapkan kontras dengan kekecewaan atau celaan: 'meskipun', 'walaupun'. Seringkali mengisyaratkan bahwa hasilnya tidak terduga atau tidak diinginkan.

Alasan ので/から dalam Bahasa Jepang理由(ので・から)

理由(ので・から) (alasan dengan ので/から) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR B1. Keduanya dipakai untuk menyatakan alasan: から (karena, lebih subjektif) dan ので (karena/sebab, lebih objektif dan lebih halus). Bentuk ので lebih sopan dan sering dipakai pada konteks formal. Keduanya didahului bentuk biasa.

し (dan lagipula) dalam Bahasa Jepang

し (dan lagipula) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR B1. Bentuk biasa + し digunakan untuk menyebutkan beberapa alasan atau karakteristik. Sering dipakai untuk membangun justifikasi. Dapat digunakan sendiri atau dalam kombinasi. Menyiratkan arti 'dan juga', 'dan lagipula'.

ために (Tujuan/Sebab) dalam Bahasa Jepangために

ために (tujuan/sebab) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR B1. Bentuk kamus/kata benda + の + ために untuk menyatakan tujuan ('supaya' / 'agar'). Bentuk lampau biasa + ために untuk menyatakan sebab/alasan ('karena'). Konteks menentukan maknanya.

B2 (14)

Pasif Tidak Langsung dalam Bahasa Jepang (間接受身)間接受身

間接受身 (Pasif Tidak Langsung) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR B2. Bentuk pasif di mana subjek terdampak secara tidak langsung oleh suatu tindakan yang dilakukan terhadap hal lain. 私は雨に降られた (Saya terkena hujan). Umum digunakan untuk menyatakan kerugian.

Kausatif Permisif dalam Bahasa Jepang許可の使役

許可の使役 (kausatif permisif) adalah konsep tata bahasa Jepang tingkat CEFR B2. Bentuk kausatif ini memberi nuansa izin, yaitu "membiarkan seseorang melakukan sesuatu". Bentuk ini sering dipakai bersama あげる/くれる. Bedakan dari kausatif paksaan melalui konteks dan pilihan partikel (に untuk makna izin).

ところ (saat tepat) dalam Bahasa Jepangところ

ところ (saat tepat) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR B2. ところ dengan bentuk yang berbeda menunjukkan waktu: bentuk kamus + ところ (hendak melakukan), ている + ところ (sedang dalam proses), た + ところ (baru saja selesai). Merupakan ekspresi waktu yang sangat presisi.

Ekspresi ばかり dalam Bahasa Jepangばかり

ばかり (ekspresi ばかり) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR B2. Pola ini memiliki beberapa penggunaan: た + ばかり untuk menyatakan "baru saja melakukan", て + ばかりいる untuk menyatakan "selalu/terus-menerus melakukan", serta ばかりか/ばかりでなく untuk menyatakan "tidak hanya". Secara umum, ばかり menyoroti eksklusivitas atau kejadian yang baru berlangsung.

ようにする / ようになる dalam Bahasa Jepangようにする・ようになる

ようにする・ようになる (ようにする / ようになる) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR B2. ようにする berarti berusaha melakukan sesuatu secara konsisten, sedangkan ようになる berarti mulai bisa atau mencapai perubahan bertahap. Keduanya mengekspresikan perubahan gradual atau pembentukan kebiasaan sadar.

Ekspresi わけ dalam Bahasa Jepangわけ

わけ adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR B2. わけ berarti “alasan” atau “makna” dalam pola seperti わけだ (itulah sebabnya/berarti), わけがない (tidak mungkin), わけではない (bukan berarti), dan わけにはいかない (tidak bisa begitu saja).

Ekspresi もの dalam Bahasa Jepangもの・もん

もの・もん (ekspresi mono) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR B2. Bentuk もの/もん dipakai untuk memberi penjelasan atau alasan (seperti "soalnya" atau "kan"). Selain itu, ものだ dapat menyatakan keharusan umum, ものか menekankan penolakan kuat, dan ものなら dipakai untuk kondisi hipotesis.

Ekspresi こと dalam Bahasa Jepangこと表現

こと表現 adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR B2. Ini mencakup pola lanjutan seperti ことにする (memutuskan untuk), ことになる (diputuskan bahwa), ことはない (tidak perlu), dan ことだ (sebaiknya). こと juga berfungsi sebagai penominal dengan berbagai kegunaan.

てしまう (penyelesaian/penyesalan) dalam Bahasa Jepangてしまう

てしまう adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR B2. Bentuk て + しまう menyatakan penyelesaian tindakan, sering kali tidak disengaja, atau penyesalan. Bentuk kasualnya adalah ちゃう/じゃう. Contohnya 食べてしまった dapat berarti “sudah memakannya habis” atau “tidak sengaja memakannya”, tergantung konteks.

ておく (persiapan) dalam Bahasa Jepangておく

ておく adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR B2. Bentuk て + おく digunakan untuk melakukan sesuatu sebelumnya atau membiarkan sesuatu dalam keadaan tertentu. Pola ini menyiratkan persiapan atau tindakan pencegahan; bentuk kasualnya adalah とく, seperti 準備しておく (menyiapkan sebelumnya).

てみる untuk Menyatakan “Mencoba” dalam Bahasa Jepangてみる

Pola てみる adalah konsep tata bahasa Jepang tingkat B2 yang digunakan untuk menyatakan "mencoba melakukan sesuatu" guna melihat hasilnya, merasakan pengalamannya, atau menguji apakah sesuatu berhasil. Pola ini sangat umum dalam percakapan sehari-hari karena terdengar alami dan praktis.

ていく・てくる untuk Arah dan Perubahan dalam Bahasa Jepangていく・てくる

Pola ていく・てくる adalah konsep tata bahasa Jepang tingkat B2 yang dipakai untuk menyatakan arah gerakan maupun perubahan yang berkembang seiring waktu. Kedua bentuk ini sangat penting karena maknanya tidak selalu harfiah sebagai "pergi" dan "datang", melainkan sering menunjukkan sudut pandang penutur.

Advanced Honorific Patterns dalam Bahasa Jepang発展的敬語表現

発展的敬語表現 (pola honorifik tingkat lanjut) adalah konsep tata bahasa Jepang pada tingkat CEFR B2. Materi ini mencakup pola keigo kompleks untuk konteks bisnis dan formal: ていただく (menerima kebaikan, bentuk rendah hati), させていただく (menerima izin, bentuk rendah hati), serta pola お/ご〜いただく.

際/折/時 (bentuk formal untuk "ketika") dalam Bahasa Jepang際・折・時

際・折・時 adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR B2. Ketiganya adalah ungkapan formal untuk makna "ketika" atau "pada kesempatan": 際 (sai, bernuansa resmi), 折 (ori, bernuansa sastra/formal), dan 時 dalam pola tingkat lanjut. Bentuk-bentuk ini lazim dipakai dalam tulisan dan tuturan formal.

C1 (10)

Bentuk Verbal Sastra dalam Bahasa Jepang文語的動詞形

文語的動詞形 (bentuk verbal sastra) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR C1. Bentuk ini mencakup akhiran verba klasik atau sastra yang muncul dalam tulisan formal, peribahasa, dan puisi, seperti べし (seharusnya/harus), ごとし (seperti), たり (bentuk lampau klasik), dan なり (kopula klasik).

Gaya Tulis Formal dalam Bahasa Jepang書き言葉(である体)

書き言葉(である体) (gaya tulis formal) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR C1. Gaya である digunakan untuk tulisan akademik dan formal. Akhirannya mencakup である (adalah), ではない (bukan), dan であった (dulu adalah). Pola lain yang sering muncul adalah kata benda + における (di/pada) dan kata benda + に関して (mengenai).

Partikel Gabungan dalam Bahasa Jepang複合助詞

複合助詞 adalah konsep tata bahasa Jepang tingkat C1 yang membahas partikel gabungan, yaitu partikel yang terdiri dari lebih dari satu unsur. Bentuk seperti において, に対して, について, によって, にとって, dan をもとに sangat umum dalam bahasa Jepang formal maupun tulisan akademik.

Bentuk Penghubung Lanjutan dalam Bahasa Jepang発展的接続表現

発展的接続表現 adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR C1. Ini mencakup konjungsi canggih seperti ものの (meskipun), つつ (sambil/meskipun), ながらも (meskipun sambil), すなわち (yaitu), いわば (boleh dikatakan), dan とはいえ (meskipun demikian).

Advanced Nominalization dalam Bahasa Jepang高度な名詞化

高度な名詞化 (Advanced Nominalization) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR C1. Pola nominalisasi kompleks: ところ (fakta bahwa), 上 (jou - dari sudut pandang), 限り (kagiri - sejauh), 以上 (mengingat bahwa), 反面 (di sisi lain).

Akhiran Kalimat Tingkat Lanjut dalam Bahasa Jepang高度な文末表現

高度な文末表現, atau akhiran kalimat tingkat lanjut, adalah konsep tata bahasa Jepang tingkat CEFR C1. Pola-pola ini membantu penutur menyampaikan nuansa halus seperti dugaan, dorongan emosi yang sulit ditahan, atau perkiraan yang berhati-hati. Di tahap ini, yang dipelajari bukan lagi sekadar arti dasar, tetapi juga nada, jarak sosial, dan efek pragmatis dari sebuah ungkapan.

Pola Tuturan Tidak Langsung dalam Bahasa Jepang (間接話法)間接話法

間接話法 (Pola Tuturan Tidak Langsung) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR C1. Melaporkan tuturan dengan pergeseran kala/sudut pandang: ということだ (dikatakan bahwa), とのことだ (menurut), と伝えられている (dilaporkan). Membedakan sumber tuturan yang didengar dari orang lain.

Pola Kondisional Lanjutan dalam Bahasa Jepang高度な条件表現

高度な条件表現 adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR C1. Ini mencakup ekspresi kondisional canggih seperti ようものなら (kalau sampai), としたら/とすれば (jika diasumsikan), ないことには (kecuali jika), dan 限りでは (sejauh/selama).

Bahasa Jepang Bisnis dalam Bahasa Jepangビジネス日本語

ビジネス日本語, atau bahasa Jepang bisnis, adalah konsep tingkat CEFR C1 yang berfokus pada ungkapan profesional, sopan, dan berjarak sosial yang tepat untuk dunia kerja. Bentuk-bentuk ini sering dipakai dalam email, rapat, layanan pelanggan, dan komunikasi antarkolega atau klien.

Gaya Berita dan Media dalam Bahasa Jepang報道文体

報道文体 (Gaya Berita dan Media) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR C1. Gaya jurnalistik: ものと見られる (diperkirakan bahwa), ことが分かった (telah diketahui bahwa), という (menurut), とみられている (dipercaya bahwa). Digunakan dalam judul berita dan siaran.

C2 (8)

Elemen Tata Bahasa Klasik dalam Bahasa Jepang (古典文法要素)古典文法要素

古典文法要素 (Elemen Tata Bahasa Klasik) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR C2. Tata bahasa Jepang klasik yang ditemukan dalam peribahasa, sastra, dan konteks formal: ぬ/ず (negasi klasik), し (atributif klasik), けり (lampau/realisasi), らむ (dugaan).

Perangkat Retoris dalam Bahasa Jepang修辞技法

修辞技法 (Perangkat Retoris) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR C2. Pola stilistik dan retoris: 倒置 (inversi), 体言止め (akhiran nomina), 反語 (pertanyaan retoris), 対句 (paralelisme). Digunakan dalam pidato, esai, dan karya sastra.

Ciri Dialek Regional dalam Bahasa Jepang方言の特徴

方言の特徴 (ciri dialek regional) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR C2. Ini mencakup pola dialek regional utama seperti 関西弁 (Kansai: へん, やん, おる), 東北弁 (Tohoku: べ, だす), dan 九州弁 (Kyushu: ばい, たい, けん), dengan fokus pada pengenalan dan pemahaman dasar.

Gaya Penulisan Akademik dalam Bahasa Jepang学術的文章

学術的文章 (Gaya Penulisan Akademik) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR C2. Konvensinya meliputi gaya である体, konstruksi pasif, nominalisasi, ungkapan kehati-hatian (と考えられる, 可能性がある), pola sitasi, dan struktur tesis.

Bahasa Hukum dan Resmi dalam Bahasa Jepang法律・公用語

法律・公用語 adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR C2. Ini mencakup bahasa Jepang hukum dan birokratis seperti ものとする (wajib/harus), 妨げない (tidak menghalangi), の限りでない (tidak terbatas pada), dan 準ずる (sesuai dengan). Pola-pola ini penting untuk membaca kontrak dan teks hukum.

Gaya Prosa Sastra dalam Bahasa Jepang (文学的散文)文学的散文

文学的散文 (Gaya Prosa Sastra) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR C2. Teknik sastra dan gaya naratif: aliran kesadaran, kala naratif, penciptaan atmosfer, pembedaan suara karakter, elemen prosa puitis.

Ungkapan Idiomatik Tingkat Lanjut dalam Bahasa Jepang (高度な慣用表現)高度な慣用表現

高度な慣用表現 (Ungkapan Idiomatik Tingkat Lanjut) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR C2. Idiom dan frasa baku tingkat lanjut: 虫がいい (mementingkan diri sendiri), 腹が立つ (menjadi marah), 目が高い (selera tinggi), 口が堅い (bisa menyimpan rahasia), beserta konteks penggunaannya yang tepat.

Kompetensi Pragmatik dalam Bahasa Jepang語用論的能力

語用論的能力 (kompetensi pragmatik) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR C2. Konsep ini menekankan penguasaan komunikasi implisit: 空気を読む (membaca suasana), penolakan tidak langsung, keheningan yang tepat, pergeseran ragam formal vs. informal, serta pola komunikasi kultural.

Siap mulai belajar Jepang? Coba Settemila Lingue gratis — tanpa kartu kredit, tanpa komitmen. Lihat-lihat dulu, lalu latihan dengan flashcard buatan AI.

Mulai Gratis