Tata Bahasa Maori
Jelajahi 79 konsep tata bahasa — dari pemula hingga mahir.
Ini adalah pohon tata bahasa yang menggerakkan Settemila Lingue — setiap konsep menjadi dek latihan fokus dengan kartu flash buatan AI.
Tidak ada hasil
A1 (30)
Arapeta me te Whakahua (Alphabet and Pronunciation) adalah konsep tata bahasa Bahasa Maori pada tingkat CEFR A1. Alfabet Māori memiliki 15 huruf: 5 vokal (a, e, i, o, u) dengan pembedaan panjang-pendek melalui makron (tohutō), serta 10 konsonan (h, k, m, n, ng, p, r, t, w, wh). Panjang vokal dapat mengubah makna.
Rerenga Kōrero membahas pola kalimat dasar bahasa Maori yang umumnya mengikuti urutan VSO (Verba-Subjek-Objek). Dalam banyak kalimat, partikel aspek/waktu muncul lebih dulu, lalu verba, kemudian subjek.
Te dan Ngā (artikel definit te/ngā) adalah konsep tata bahasa Māori pada tingkat CEFR A1. Bahasa Māori memiliki dua artikel definit: te (tunggal: "itu/tersebut") dan ngā (jamak: "para/itu" untuk bentuk jamak). Untuk makna tak tentu digunakan he (sebuah/beberapa) atau tētahi (sebuah tertentu). Partikel ko dipakai untuk memperkenalkan nomina diri dan pronomina.
Kupu Tūkutahi (pronomina persona) adalah konsep tata bahasa Bahasa Maori pada tingkat CEFR A1. Pronomina Māori membedakan bentuk tunggal, dual (dua orang), dan jamak. Orang pertama non-tunggal juga membedakan bentuk inklusif (tāua, tātou: kamu termasuk) dan eksklusif (māua, mātou: kamu tidak termasuk).
Kei te (Wā Ōnaianei) adalah penanda yang sangat umum untuk menyatakan aksi yang sedang berlangsung "sekarang" dalam bahasa Maori. Pola dasarnya adalah partikel kei te diikuti verba.
Tau (angka) adalah konsep tata bahasa Bahasa Maori pada tingkat CEFR A1. Angka dalam Bahasa Maori: tahi (1), rua (2), toru (3), whā (4), rima (5), ono (6), whitu (7), waru (8), iwa (9), tekau (10). Penghitungan menggunakan awalan "e": e rua ngā kurī (dua anjing).
Kupu Pātai (Pertanyaan Dasar) adalah konsep tata bahasa Bahasa Maori pada tingkat CEFR A1. Kata tanya yang umum antara lain aha (apa), wai (siapa), hea (di mana), āhea (kapan), pēhea (bagaimana), dan he aha te take (mengapa); pertanyaan biasanya diawali kata tanya atau konstruksi he aha.
Kupu Āhua (verba statif/kata sifat) adalah konsep tata bahasa Māori pada tingkat CEFR A1. Dalam bahasa Māori, verba statif sering dipakai di tempat yang dalam bahasa Indonesia atau Inggris biasanya diungkapkan dengan kata sifat. Bentuk ini bisa menjadi predikat, misalnya He nui te whare (rumah itu besar), atau menerangkan nomina, misalnya te whare nui (rumah besar).
Whakakāhore (negasi) adalah konsep tata bahasa Bahasa Maori pada tingkat CEFR A1. Bentuk negasi berubah menurut kala: kāore...i (negatif lampau), e kore...e (negatif masa depan), dan kāore...e...ana (negatif kini). Kaua digunakan untuk perintah negatif.
Kupu Mihi (salam dan ungkapan dasar) adalah konsep tata bahasa Bahasa Maori pada tingkat CEFR A1. Ungkapan penting meliputi tēnā koe (halo, untuk satu orang), kia ora (hai/terima kasih), ka kite (sampai jumpa), āe (ya), kāo (tidak), dan tēnā koutou (halo untuk tiga orang atau lebih).
Ki, I, Kei (preposisi dasar) adalah konsep tata bahasa Bahasa Māori pada tingkat CEFR A1. Preposisi kunci meliputi ki (ke/menuju), i (di/dalam; penanda lokasi lampau atau objek), kei (di/dalam untuk lokasi saat ini), mō (untuk/tentang), dan nō (dari/milik).
Wā (Ungkapan Waktu) adalah konsep tata bahasa Bahasa Maori pada tingkat CEFR A1. Kata-kata waktu meliputi ināianei (sekarang), inanahi (kemarin), āpōpō (besok), dan tēnei wiki (minggu ini). Nama hari menggunakan 'Rāhina' (Senin) sampai 'Rāhoroi' (Sabtu).
Existential sentences use 'he' (there is/are): 'He nui ngā tangata' (There are many people). Location: 'Kei' + place: 'Kei te tēpu te pukapuka' (The book is on the table).
Whānau (Istilah Keluarga) adalah konsep tata bahasa Bahasa Maori pada tingkat CEFR A1. Kosakata keluarga meliputi māmā/whaea (ibu), pāpā/matua (ayah), tamaiti (anak), tamāhine (anak perempuan), tama (anak laki-laki), kuia (nenek), koroua (kakek), dan tuakana (kakak dari jenis kelamin yang sama).
Tinana (bagian tubuh) adalah konsep tata bahasa Bahasa Maori pada tingkat CEFR A1. Kosakata bagian tubuh yang umum mencakup māhunga/ūpoko (kepala), kanohi (wajah/mata), waha (mulut), ringaringa (tangan/lengan), waewae (kaki/tungkai), taringa (telinga), ihu (hidung), dan puku (perut).
Kai me te Inu (Makanan dan Minuman) adalah konsep tata bahasa Bahasa Maori pada tingkat CEFR A1. Kosakata makanan dan minuman yang umum meliputi kai (makanan), ika (ikan), mīti (daging), rīwai (kentang), parāoa (roti), wai (air), tī (teh), dan miraka (susu). Kosakata makanan mencerminkan pola makan Māori tradisional dan modern.
Kupu Mahi (Verba Aksi Umum) adalah konsep tata bahasa Bahasa Maori pada tingkat CEFR A1. Verba sehari-hari yang penting meliputi haere (pergi), kai (makan), inu (minum), noho (duduk/tinggal), tū (berdiri), mahi (bekerja), kite (melihat), rongo (mendengar), hiahia (ingin), dan mōhio (tahu).
Wāhi (Tempat dan Kata Lokasi) adalah konsep tata bahasa Bahasa Maori pada tingkat CEFR A1. Konsep ini memperkenalkan nama tempat umum seperti whare (rumah), kura (sekolah), toa (toko), serta kata lokasi seperti runga (atas), raro (bawah), roto (di dalam), dan waho (di luar).
Te Taiao (Alam dan Cuaca) adalah konsep tata bahasa Bahasa Maori pada tingkat CEFR A1. Kosakata alam meliputi rā (matahari/hari), marama (bulan), whetū (bintang), ua (hujan), hau (angin), moana (laut/samudra), maunga (gunung), rākau (pohon), dan pua (bunga).
Tae (Warna) adalah konsep tata bahasa Bahasa Maori pada tingkat CEFR A1. Kata warna meliputi whero (merah), kōwhai (kuning), kākāriki (hijau), kikorangi (biru), mā (putih), mangu (hitam), karaka (oranye), waiporoporo (ungu), dan parauri (cokelat).
Mahi o te Rā (Aktivitas Harian) adalah konsep tata bahasa Bahasa Maori pada tingkat CEFR A1. Kosakata rutinitas harian mencakup ara (bangun), moe (tidur), horoi (mencuci), kai (makan), mahi (bekerja), whakatā (beristirahat), tākaro (bermain), pānui (membaca), dan tuhi (menulis).
Kupu Honohono Ìpìlẹ̀ (konjungsi dasar) adalah konsep tata bahasa Bahasa Maori pada tingkat CEFR A1. Kata penghubung sederhana meliputi me (dan/dengan), engari (tetapi), rānei (atau, dalam pertanyaan), dan kātahi (lalu). Bentuk ini digunakan untuk menghubungkan kata dan klausa sederhana.
Kararehe (Hewan) adalah konsep tata bahasa Bahasa Maori pada tingkat CEFR A1. Kosakata hewan meliputi kurī (anjing), ngeru (kucing), kau (sapi), poaka (babi), heihei (ayam), ika (ikan), manu (burung), kēhua (hantu), kiwi (burung kiwi), dan taniwha (makhluk air).
Te Hiahia me te Mate (keinginan dan kebutuhan) adalah konsep tata bahasa Bahasa Maori pada tingkat CEFR A1. Untuk menyatakan keinginan, gunakan Kei te hiahia au ki te... (saya ingin...), Me... (sebaiknya/harus), dan Kei te mate au i te hiakai (saya lapar, harfiah: sekarat karena lapar). Ini adalah ungkapan modal dasar.
Ko Wai Au (Perkenalan Diri (Ko wai au)) adalah konsep tata bahasa Bahasa Maori pada tingkat CEFR A1. Pola ini dipakai untuk memperkenalkan diri: Ko [nama] tōku ingoa (nama saya...), Nō [tempat] au (saya berasal dari...), dan He [peran] au (saya seorang...). Perkenalan dalam budaya Māori sering mencakup silsilah atau whakapapa.
Mea Nui adalah konsep tata bahasa Bahasa Maori pada tingkat CEFR A1. Konsep ini memperkenalkan kata benda dasar untuk orang seperti tangata (orang), wahine (perempuan), tāne (laki-laki), tamaiti (anak), hoa (teman), serta benda seperti whare (rumah), waka (kendaraan/kano), dan kai (makanan).
Tau Raupapa (Bilangan Ordinal dan Pengurutan) adalah konsep tata bahasa Bahasa Maori pada tingkat CEFR A1. Bilangan ordinal memakai prefiks 'tua-': tuatahi (pertama), tuarua (kedua), tuatoru (ketiga). Kata lain yang berguna adalah whakamutunga (terakhir), mua (sebelum/pertama), dan muri (sesudah/di belakang).
E Hia (Berapa Banyak) adalah konsep tata bahasa Bahasa Maori pada tingkat CEFR A1. Untuk menanyakan dan menyatakan jumlah digunakan bentuk seperti E hia? (berapa banyak?) dan Tokohia? (berapa orang?); jawaban objek memakai e + angka (mis. E rua), sedangkan orang memakai prefiks toko- (mis. Tokorima).
Kura me te Mahi (sekolah dan pekerjaan) adalah konsep tata bahasa Bahasa Maori pada tingkat CEFR A1. Kosakata sekolah dan kerja meliputi kura (sekolah), kaiako (guru), ākonga (siswa), akomanga (ruang kelas), mahi (pekerjaan/kerja), dan kaiwhakahaere (manajer). Kei te haere au ki te kura berarti “Saya pergi ke sekolah.”
Hauora me ngā Kare ā-Roto (kesehatan dan perasaan) adalah konsep tata bahasa Bahasa Maori pada tingkat CEFR A1. Kosakata kesehatan dan emosi meliputi ora (baik/hidup), māuiui (sakit), hari (senang), pōuri (sedih), riri (marah), mataku (takut), dan ngenge (lelah). Kei te pēhea koe? berarti “Apa kabar?”
A2 (12)
I (Wā Pahemo) adalah konsep tata bahasa Māori pada tingkat CEFR A2. Partikel i yang diletakkan sebelum verba menandai kala lampau sederhana: I haere au (Saya pergi). Untuk tindakan lampau yang masih relevan saat ini, biasanya digunakan kua: Kua tae mai ia (Ia sudah tiba).
Kua (Wā Pāhemo Tonu) adalah konsep tata bahasa Bahasa Maori pada tingkat CEFR A2. Partikel kua menandai tindakan yang sudah selesai tetapi masih relevan saat ini (mirip present perfect), misalnya Kua tae mai ia (Dia sudah tiba), dan juga dipakai untuk perubahan keadaan.
Whakapuaki Ā me Ō adalah konsep tata bahasa Maori pada tingkat CEFR A2. Dalam sistem ini, kategori A (misalnya tāku/āku) dipakai untuk hal yang biasanya diperoleh, dipilih, atau diusahakan secara aktif, sedangkan kategori O (misalnya tōku/ōku) dipakai untuk hal yang bersifat melekat, bawaan, atau diterima secara pasif.
Kupu Honohono (konjungsi dan penghubung) adalah konsep tata bahasa Bahasa Maori pada tingkat CEFR A2. Konjungsi dasar meliputi me (dan, dengan), engari (tetapi), rānei (atau, dalam pertanyaan), dan nō reira (oleh karena itu/jadi). Penghubung waktu meliputi ka (lalu/berikutnya), i mua i (sebelum), dan i muri i (sesudah).
Kupu Tohu (Lokatif dan Demonstratif) adalah konsep tata bahasa Bahasa Maori pada tingkat CEFR A2. Demonstratif meliputi tēnei (ini, dekat saya), tēnā (itu, dekat kamu), dan tērā (itu, jauh). Lokatif meliputi konei (di sini), konā (di sana dekat kamu), dan korā (di sana jauh). Penanda arah meliputi mai (menuju pembicara) dan atu (menjauh).
E...ana (Wā Haere Tonu) adalah konsep tata bahasa Bahasa Maori pada tingkat CEFR A2. Konstruksi e + verba + ana menandai tindakan yang sedang berlangsung atau kebiasaan, dan berbeda dari kei te yang biasanya terasa lebih segera/saat ini.
He Mea Nui adalah konsep tata bahasa Bahasa Maori pada tingkat CEFR A2. Konsep ini membahas benda sehari-hari seperti pukapuka (buku), pepa (kertas), motokā (mobil), tēpu (meja), tūru (kursi), kākahu (pakaian), moni (uang), waea (telepon), dan pouaka whakaata (televisi).
Quantity words: nui (many/much), iti (few/little), katoa (all), ētahi (some), tēnā/tēnei mau (these/those). Plurality expressed through articles (ngā) and context rather than noun inflection.
Kupu Āwhina (Kemampuan dan Izin) adalah konsep tata bahasa Bahasa Maori pada tingkat CEFR A2. Kemampuan dinyatakan dengan pola seperti 'ka taea e au' (saya bisa) dan 'e kore e taea' (tidak bisa/tidak dapat dilakukan). Izin memakai 'ka pai kia...' (boleh untuk...). Kewajiban dinyatakan dengan 'me' (harus/sebaiknya). Ini adalah ungkapan modal.
Indefinite determiners: tētahi (a certain/some, singular), ētahi (some, plural). Distinguished from 'he' (a/an, general). 'Tētahi tangata' (a certain person) vs 'he tangata' (a person).
E Mahi Ana (Mahi Auau) (Tindakan Kebiasaan) adalah konsep tata bahasa Bahasa Maori pada tingkat CEFR A2. Pola ini menyatakan tindakan kebiasaan atau tindakan yang teratur dengan 'e...ana' dan ungkapan waktu. Contohnya 'E kai ana au i ngā ata katoa' (saya makan setiap pagi). Adverbia yang sering dipakai antara lain i ngā wā katoa (selalu) dan i ētahi wā (kadang-kadang).
Ngā Mea e Pīrangi Ana (Suka dan Tidak Suka) adalah konsep tata bahasa Bahasa Maori pada tingkat CEFR A2. Pola ini menyatakan preferensi: 'He pai ki a au' (saya menyukainya, harfiah: itu baik bagi saya), 'Kāore au e rata' (saya tidak suka), dan 'He tino pai' (sangat baik/saya sangat suka). Pola ini dipakai untuk respons emosional terhadap sesuatu.
B1 (13)
Ka (Wā Heke Mai) (Masa Depan dan Inseptif (ka)) adalah konsep tata bahasa Bahasa Maori pada tingkat CEFR B1. Partikel 'ka' menandai aspek masa depan atau inseptif (akan segera terjadi). Contohnya 'Ka haere au āpōpō' (saya akan pergi besok). Partikel ini juga dipakai dalam narasi berurutan: 'ka...ka...' (lalu...lalu).
Whakahau (imperatif dan perintah) adalah konsep tata bahasa Bahasa Maori pada tingkat CEFR B1. Perintah memakai e + kata kerja untuk bentuk tunggal maupun jamak; konteks menentukan jumlahnya. Bentuk sopan ditandai dengan koa. Saran memakai me (sebaiknya), sedangkan ajakan memakai kia + kata kerja.
Hanga Whakaheke adalah konsep tata bahasa Bahasa Maori pada tingkat CEFR B1. Bentuk pasif sangat penting dalam Bahasa Maori dan sering lebih dipilih daripada bentuk aktif. Bentuk ini dibentuk dengan menambahkan akhiran pada verba seperti -tia, -a, -hia, -ina, -na, dan -ria. Pelaku biasanya ditandai dengan 'e', seperti pada 'I patua te kurī e Hēmi.'
Rerenga Piri (Klausa Relatif) adalah konsep tata bahasa Bahasa Maori pada tingkat CEFR B1. Klausa relatif mengikuti nomina dan sering memakai 'ai' sebagai partikel resumptif. Contohnya 'Te tangata i haere mai ai' (orang yang datang). Posisi klausa dan penggunaan 'ai' menandai unsur yang direlatifkan.
Whakatairite (Perbandingan) adalah konsep tata bahasa Bahasa Maori pada tingkat CEFR B1. Perbandingan memakai 'atu' (lebih) setelah verba statif: 'nui atu' (lebih besar). Bentuk superlatif memakai 'rawa' (paling). Kesetaraan dinyatakan dengan 'rite ki' (sama dengan) dan 'pērā i' (seperti).
Menpeko Rerenga (Klausa Subordinatif) adalah konsep tata bahasa Bahasa Maori pada tingkat CEFR B1. Jenisnya mencakup nō te mea (karena), ahakoa (meskipun), kia (agar/sampai), mehemea (jika), dan ki te (jika/ketika); klausa subordinatif sering muncul sebelum klausa utama.
The resumptive particle 'ai' appears at the end of relative, causal, and temporal clauses, referring back to an earlier element. Essential for complex Māori sentences.
Kupu Tohu Nui (Penguat dan Adverbia) adalah konsep tata bahasa Bahasa Maori pada tingkat CEFR B1. Adverbia dan penguat meliputi rawa (sangat/paling), tino (benar-benar/sangat), noa (hanya/saja/dengan bebas), anō (lagi/juga), tonu (masih/memang), āta (dengan hati-hati/perlahan), dan tata (hampir).
Kupu Hoko (memberi, menerima, dan pemindahan) adalah konsep tata bahasa Bahasa Maori pada tingkat CEFR B1. Kata kerja pemindahan meliputi homai (berikan kepada saya), hoatu (memberikan/menyerahkan), tuku (mengirim/melepaskan), dan riro (mendapatkan/memperoleh/diambil). Contoh: Homai te pukapuka (Berikan buku itu kepada saya).
Kupu Whakapapa Loina (Predikat Posesif dan Kepemilikan) adalah konsep tata bahasa Bahasa Maori pada tingkat CEFR B1. Pola predikat posesif mencakup 'Nāku/Nōku tēnei' (ini milik saya) dan 'Nā wai?' (milik siapa?). Penekanan dan kepemilikan dinyatakan dengan nā/nō + pemilik sebelum benda yang dimiliki.
Whaka- (Hopu Hou) adalah konsep tata bahasa Bahasa Maori pada tingkat CEFR B1. Prefiks whaka- dipakai sebelum adjektiva atau nomina untuk membentuk makna kausatif/menjadikan, misalnya whakanui (membesarkan/merayakan), whakapai (memperbaiki), whakamāori (menerjemahkan ke Māori), dan whakatū (mendirikan).
Kīanga Whakaheke (Sufiks Pasif (-tia, -hia, -a, -ina)) adalah konsep tata bahasa Bahasa Maori pada tingkat CEFR B1. Sufiks pasif yang berbeda melekat pada verba yang berbeda. Tidak ada aturan sederhana; bentuk pasif setiap verba perlu dipelajari: patu → patua, tuhi → tuhia, kite → kitea, rongo → rongohia.
Kupu Kaihanga (penanda pelaku e, nā, mā) adalah konsep tata bahasa Bahasa Maori pada tingkat CEFR B1. Penandaan pelaku dalam kalimat pasif memakai e (oleh, dalam pasif), nā (oleh pelaku lampau), dan mā (oleh pelaku masa depan). I patua te kurī e Hēmi berarti “Anjing itu dipukul oleh Hēmi.”
B2 (10)
Hanga Whakaawe (Whaka-) (Prefiks Kausatif (whaka-)) adalah konsep tata bahasa Bahasa Maori pada tingkat CEFR B2. Prefiks 'whaka-' membentuk makna kausatif: nui (besar) → whakanui (memperbesar/merayakan), pai (baik) → whakapai (memperbaiki). Pola ini sangat produktif dalam pembentukan kata.
Kōrero Tuku (Kalimat Tidak Langsung) adalah konsep tata bahasa Bahasa Maori pada tingkat CEFR B2. Kutipan langsung menggunakan 'ka mea' (berkata) atau 'ka kī' (berkata). Ujaran tidak langsung dapat memakai pola seperti 'I kī ia kia haere' (dia berkata agar pergi). Tidak ada pergeseran kala yang sistematis; konteks dan partikel membantu menentukan makna.
Rāngi Āhua adalah konsep tata bahasa Bahasa Maori pada tingkat CEFR B2. Konstruksi pengandaian menggunakan 'ki te' (jika, kemungkinan), 'mehemea' (jika, hipotesis), dan 'me i' (jika, berlawanan dengan fakta pada masa lampau). Klausa hasil biasanya memakai 'ka' atau 'kua'.
Kupu Tohutohu (Partikel Arah) adalah konsep tata bahasa Bahasa Maori pada tingkat CEFR B2. Partikel arah seperti mai (ke arah penutur), atu (menjauh dari penutur), ake (ke atas), dan iho (ke bawah), serta nei/nā/rā, memodifikasi verba untuk menandai makna ruang.
Turning verbs into noun phrases using 'te...anga' (the act of doing): 'te haerenga' (the going/journey). Suffixes -anga, -tanga, -manga create abstract nouns from verbs and adjectives.
Advanced connectors: heoi anō (however/but then), otirā (moreover/indeed), arā (that is/namely), nā reira (therefore/so then), i te mea (since/because), ahakoa (despite).
Kupu Tūkutahi Hohonu (Pola Kata Ganti Lanjutan) adalah konsep tata bahasa Bahasa Maori pada tingkat CEFR B2. Penggunaan kata ganti kompleks mencakup penekanan seperti 'ko au anō' (saya sendiri), refleksif seperti 'ia anō' (dirinya sendiri), dan resiprokal seperti 'rātou anō' (satu sama lain). Bentuk ini juga mencakup semua bentuk dual dan jamak, termasuk pembedaan inklusif dan eksklusif.
Kupu Āhua Hohonu (Pembentukan Kata dan Komposisi) adalah konsep tata bahasa Bahasa Maori pada tingkat CEFR B2. Bahasa Maori membentuk kata-kata baru melalui komposisi: whare + pukapuka = wharepukapuka (perpustakaan), waka + rererangi = waka rererangi (pesawat). Reduplikasi menambah intensitas atau pengulangan.
Kupu Kōpā adalah konsep tata bahasa Bahasa Maori pada tingkat CEFR B2. Konsep ini mencakup pertanyaan tidak langsung seperti 'Kāore au e mōhio mehemea...' (Saya tidak tahu apakah...) dan klausa tersisip seperti 'te mea i kōrero ai ia' (hal yang ia katakan). Bentuk-bentuk ini dipakai untuk melaporkan informasi yang lebih kompleks.
Kupu Whakarite (simile dan metafora) adalah konsep tata bahasa Bahasa Maori pada tingkat CEFR B2. Bahasa kiasan memakai bentuk seperti anō ko (seolah-olah), pērā i (seperti), dan me he (seakan-akan). Bentuk ini membandingkan sesuatu secara metaforis, misalnya anō ko te rā (seolah-olah matahari), dan penting dalam Bahasa Maori sastra maupun formal.
C1 (9)
Reo Whaikōrero (Formal Oratory) adalah konsep tata bahasa Bahasa Maori pada tingkat CEFR C1. Ini adalah bahasa pidato resmi di marae, termasuk salam tradisional kepada yang telah wafat, tanah, dan yang hidup, dengan kosakata arkais, ungkapan baku, serta ragam tinggi yang berbeda dari Māori sehari-hari.
Rerenga Matatini (struktur klausa kompleks) adalah konsep tata bahasa Bahasa Māori pada tingkat CEFR C1. Konsep ini mencakup konstruksi multi-klausa tingkat lanjut: klausa relatif tersemat, frasa verba nominalisasi, klausa tujuan dengan hei (untuk tujuan), serta rangkaian temporal yang kompleks.
Whakataukī (Proverbs and Sayings) adalah konsep tata bahasa Bahasa Maori pada tingkat CEFR C1. Whakataukī adalah peribahasa tradisional Māori yang memuat nilai budaya, kebijaksanaan, dan cara pandang hidup; bentuknya sering memakai metafora, struktur paralel, dan sintaksis ringkas sehingga penting untuk pidato formal.
Kupu Tawhito (Kosakata dan Bentuk Kuno) adalah konsep tata bahasa Bahasa Maori pada tingkat CEFR C1. Ini mencakup kosakata dan bentuk tata bahasa Māori lama yang ditemukan dalam lagu tradisional (waiata), lantunan doa (karakia), dan silsilah (whakapapa). Banyak istilah telah dihidupkan kembali untuk penggunaan modern.
Waiata me Karakia (lagu dan lantunan/Waiata-Karakia) adalah konsep tata bahasa Bahasa Maori pada tingkat CEFR C1. Lagu Māori (waiata) dan lantunan doa (karakia) memakai struktur puitis, pola melodi, dan ragam bahasa tinggi yang khas. Jenisnya meliputi waiata tangi (ratapan), waiata aroha (lagu cinta), dan karakia (doa/mantra).
Whenua me ngā Wāhi (Tanah, Nama Tempat, dan Pengetahuan Ekologis) adalah konsep tata bahasa Bahasa Maori pada tingkat CEFR C1. Nama tempat Māori memuat informasi geografi, sejarah, dan keterkaitan suku, sedangkan kosakata lingkungan mencerminkan pengetahuan ekologi yang mendalam.
Reo Tikanga (Bahasa Protokol Budaya) adalah konsep tata bahasa Bahasa Maori pada tingkat CEFR C1. Bahasa ini dipakai dalam protokol budaya seperti pōwhiri (upacara penyambutan), tangihanga (upacara duka), karanga (panggilan penyambutan), dan mihimihi (perkenalan), masing-masing dengan konvensi kebahasaan khusus.
Māori used in education, science, and mathematics. Features technical neologisms, translated terminology, and formal syntax for academic contexts. Essential for Māori-medium education.
Kupu Tāpiri (Pola Prefiks dan Sufiks) adalah konsep tata bahasa Bahasa Maori pada tingkat CEFR C1. Afiks produktif seperti kai-, -tanga, -anga, -ranga, dan whaka- membantu membentuk turunan kosakata baru.
C2 (5)
Reo ā-Rohe (Variasi Dialek Regional) adalah konsep tata bahasa Bahasa Maori pada tingkat CEFR C2. Ada perbedaan antardialek suku seperti Tainui, Ngāi Tahu, dan Tūhoe, baik pada kosakata, pelafalan, maupun beberapa ciri tata bahasa (misalnya pelesapan bunyi h di wilayah tertentu).
Reo Ture (bahasa hukum dan administratif) adalah konsep tata bahasa Bahasa Maori pada tingkat CEFR C2. Ini mencakup Bahasa Māori formal yang digunakan dalam perundang-undangan (Te Tiriti o Waitangi), pengadilan, dan pemerintahan, dengan kosakata hukum khusus, sintaks formal, dan konvensi dokumen resmi Māori.
Reo o Nāianei (Bahasa Māori modern dan kolokial) adalah konsep tata bahasa Bahasa Maori pada tingkat CEFR C2. Ini mencakup Bahasa Maori lisan kontemporer, termasuk pola alih kode dengan bahasa Inggris, neologisme modern, fitur register informal, dan bahasa media serta platform sosial Maori.
Language used in reciting genealogies (whakapapa), tribal histories (kōrero tuku iho), and origin narratives. Features formulaic phrases, sequential listing, and specialized vocabulary for lineage.
Reo Pāpāho (media dan penyiaran Māori) adalah konsep tata bahasa Bahasa Maori pada tingkat CEFR C2. Ini mencakup Bahasa Māori yang digunakan dalam penyiaran (Māori Television, radio iwi), jurnalisme, dan komunikasi publik. Ciri-cirinya meliputi ragam formal tetapi mudah diakses, neologisme teknis, dan pelafalan yang distandarkan.
Siap mulai belajar Maori? Coba Settemila Lingue gratis — tanpa kartu kredit, tanpa komitmen. Lihat-lihat dulu, lalu latihan dengan flashcard buatan AI.
Mulai Gratis